Sabtu, 15 Desember 2018

Ini 5 Bandara Alternatif untuk Acara Pertemuan IMF - World Bank

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo berbincang sebelum membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo berbincang sebelum membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyiapkan lima bandara alternatif sebagai tempat parkir pesawat para delegasi pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali pada 8 hingga 14 Oktober 2018.

    Baca: Bandara Sam Ratulangi Pantau Erupsi Gunung Soputan

    Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan terdapat lima bandara yang disiapkan sebagai alternatif selama berlangsungnya event akbar yang akan dihadiri sekitar 17.000 orang dari 189 negara ini, yaitu Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Adi Soemarmo Solo, serta Bandara El Tari Kupang.

    “Hal ini merupakan upaya kami untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, meskipun telah melakukan pengembangan fasilitas bandara," kata Faik, Jumat 5 Oktober 2018. 

    Dia menambahkan persiapan bandara alternatif dilakukan agar perpindahan moda transportasi pada saat kedatangan dan kepulangan tamu negara berjalan lancar dan nyaman.

    Beberapa pengembangan yang dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai antara lain, perluasan apron dari kapasitas 53 parking stand menjadi 63 parking stand, penambahan rapid exit taxiway untuk meningkatkan jumlah pergerakan pesawat hingga 33 pergerakan per jam, serta penambahan check-in counter menjadi 126 unit.

    Namun demikian, kata dia, sebagai langkah antisipasi jika pergerakan pesawat melebihi kapasitas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, AP I menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif untuk menambah kapasitas parkir pesawat. 

    Bandara-bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Adi Soemarmo Solo, serta Bandara El Tari Kupang.

    Dia menjelaskan Bandara Internasional Lombok dilakukan perluasan apron dengan tambahan delapan parking stand untuk pesawat narrow body, sehingga saat ini memiliki kapasitas 18 parking stand.

    Adapun, apron Bandara Juanda Surabaya bertambah tujuh parking stand untuk pesawat narrow body dan satu helikopter. Dengan demikian, kapasitas apron bandara ini menjadi 51 parking stand.

    Penambahan kapasitas apron juga dilakukan di Bandara Sultan Hasanudin Makassar yang bertambah delapan parking stand, sehingga saat ini totalnya ada 48 parking stand.

    Sementara, Bandara Adi Soemarmo Solo menambah 9 parking stand, dari 17 parking stand menjadi 26 parking stand, sedangkan Bandara El Tari Kupang menambah 5 parking stand di apron, sehingga saat ini bisa memiliki kapasitas 17 parking stand.

    “Seluruh fasilitas di bandara-bandara alternatif tersebut telah melalui proses verifikasi siap operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.