Selasa, 11 Desember 2018

Ratna Sarumpaet Pernah Sebar Hoaks PT DI Dijual ke Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet. TEMPO/Prima Mulia

    Ratna Sarumpaet. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Sarumpaet mengaku berbohong telah dianiaya hingga wajahnya bengkak dan lebam. Dia mengatakan bengkak di wajahnya bukan karena penganiayaan melainkan telah menjalani operasi plastik di sebuah rumah sakit di Jakarta.

    Baca: Polisi Sebut Ratna Sarumpaet Tak Akan Jadi Tersangka, Sebab..

    Penyebaran berita hoaks atau berita bohong Ratna Sarumpaet kini sedang ditangani Polda Metro Jaya. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, polisi telah menerima empat laporan terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet.

    Sebelum mengklaim dianiaya orang, Ratna Sarumpaet pernah menyebar berita bohong atau hoaks soal penjualan PT Dirgantara Indonesia atau PT DI. Melalui akun twitternya, Ratna menyebutkan PT DI telah dijual ke Cina.

    Pada 4 Mei 2018, lewat akun Twitter @RatnaSpaet, Ratna mencuit soal PT Dirgantara Indonesia dijual ke RRC. Dia menulis bahwa telah ditandatangani pelunasan pembayaran dari RRC ke pemerintah RI awal April terkait kepemilikan PT Dirgantara Indonesia. Namun, saat ini cuitan tersebut sudah dihapus dari akun Twitter Ratna.

    Akibat cuitan tersebut, PT Dirgantara Indonesia melalui akun Twitter resmi @officialptdi menjawabnya. "Pemberitaan mengenai PT Dirgantara Indonesia (Persero) dijual ke pihak asing, kami nyatakan HOAX. Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017 lalu," bunyi pernyataan PT DI lewat akun Twitter resmi mereka.

    Tak lama setelah itu, Ratna meminta maaf atas cuitannya terkait PT DI. "Kpd semua pihak yg mrs terganggu/dirugikan - sy MINTA MAAF krn tlh dgn teledor d tanpa sengaja menebar brita hoax ttg PT Dirghantara Indonesia," tulis Ratna dalam akun Twitter @RatnaSpaet.

    Ratna juga kerap melontarkan pernyataan yang kontroversial. Saat terjadi musibah tenggelamnya kapal penumpang di Danau Toba pada Juli 2018, Ratna mencegat Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Dia sempat beradu argumen dengan Luhut soal pencarian korban yang dihentikan pemerintah. Ratna Sarumpaet sering pula mengkritik utang luar negeri pemerintah.

    TAUFIQ SIDDIQ | KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.