Kominfo Minta Foto Hoax FPI Dicopot dari Seluruh Medsos

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggu giliran untuk dievakuasi ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Kota Palu masih lumpuh total memasuki hari ketiga bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Akbar Tado

    Warga menunggu giliran untuk dievakuasi ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Kota Palu masih lumpuh total memasuki hari ketiga bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Akbar Tado

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) Ferdinandus Setu meminta kepada platform media sosial untuk menghapus konten hoax foto Front Pembela Islam atau FPI yang beredar saat ini. Ia mengatakan pihaknya memang berkoordinasi dengan media sosial seperti Facebook, twitter dan Instagram untuk menghapus berbagai macam konten hoax.

    Baca: Selain FPI, Ini Daftar Hoax Gempa Palu Donggala Versi Kominfo

    "Di media sosial sudah banyak foto itu dan kami sudah meminta platform untuk men-takedown itu karena itu adalah hoax," kata Ferdinandus di Kementerian Kominfo, Rabu, 3 Oktober 2018. Ia juga mengatakan Kominfo bersama dengan Direktorat Cyber Crime Mabes Polri akan menindak penyebar hoax karena telah menyalahgunakan teknologi informasi.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan foto yang beredar terkait aksi kemanusiaan FPI dengan keterangan tulisan pada foto tersebut tidak sesuai. Dalam foto yang beredar, caption yang tertulis adalah 'gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7'.

    Padahal faktanya dalam gambar tersebut memperlihatkan relawan FPI yang membantu korban longsor di Tegal Panjang Sukabumi pada tahun 2015. "Orang yang buat captionnya salah. Jadi disini kita luruskan," kata dia.

    Ferdinandus mengatakan foto yang beredar terkait aksi kemanusiaan yang dilakukan FPI adalah hoax. Namun, ia menjelaskan hoax tersebut tidak ditujukan untuk aksi kemanusiaan FPI di Sulawesi Tengah. "Jadi yang hoax itu adalah fotonya, bukan FPI tidak melakukan aktivitas kemanusiaan di Palu," kata dia.

    Baca: FPI Bantah Kominfo Soal Foto Hoax Bantu Korban Palu

    Lebih lanjut Ferdinandus mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi  yang belum diketahui kebenarannya. Jika ragu akan kebenaran suatu konten masyarakat bisa melaporkannya melalui laman aduankonten.id , email aduankonten@kominfo.go.id atau mention ke akun twitter @aduankonten.

    Simak berita lainnya terkait FPI hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.