Sri Mulyani: Membangun dengan Kerja Keras, Bukan dengan Utang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri mulyani Indrawati sepakat dengan saran berbagai pihak agar Indonesia tidak banyak mengambil utang untuk pembangunan. "Saya memang sangat setuju. Kalau mau membangun, (dengan) kerja keras, bukan utang banyak," ujar dia di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu, 3 September 2018.

Baca: Visi Misi Prabowo - Sandiaga: Tak Alergi soal Utang Pemerintah

Pernyataan Sri Mulyani itu mendukung langkah banyak partai dan tokoh politik di koalisi maupun oposisi pemerintah yang menentang utang. Menurut dia, sikap semacam itu menjadi self-correction bagi pemerintah.

Meski begitu, saat ini, kata Sri Mulyani, rasio utang pemerintah terhadap Produk belum begitu tinggi, yaitu sekitar 30 persen. "Ini adalah informasi yang baik untuk para investor, artinya Indonesia is not going to be in the hand of anybody," ujar dia.

Menurut Sri Mulyani, sikap politikus di Indonesia memang agak lain daripada politikus di negara lain. Para politikus di negara lain cenderung lebih populis dan enggan berbicara soal utang.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah hingga 31 Agustus 2018 sebesar Rp 4.363,19 triliun. Jumlah tersebut sebanding dengan 30,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun perkiraan PDB sebesar Rp 14.395,07 triliun.

"Posisi utang pemerintah pusat per akhir Agustus 2018 sebesar Rp 4363,2 triliun atau sebesar 30,31 persen PDB," kata Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luki Alfirman, dalam rilis APBN Kita di kantor Kemenkeu, Jumat, 21 September 2018.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari posisi Juli 2018 yang sebesar Rp 4.253 triliun atau 29,74 persen terhadap PDB. Posisi utang bulan ini juga menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3.825,79 triliun.

Luki mengatakan persentase 30,31 persen terhadap PDB masih jauh di bawah 60 persen terhadap PDB sebagaimana ketentuan Undang-undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003.

Lebih lanjut Luki mengatakan realisasi pembiayaan utang pada 31 Agustus, yaitu Rp 274,33 triliun dari Rp 399,22 triliun yang ditetapkan pada APBN 2018 atau telah mencapai 68,72 persen APBN.

Baca: Kemenkeu: Utang Mencapai Rp 4.363 triliun hingga 31 Agustus 2018

Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017 realisasi pembiayaan utang turun 18,49 persen. SBN terdiri dari dua jenis, yaitu SBN Konvensional dan SBN Syariah atau Sukuk yang secara netto ditetapkan sebesar Rp 414,52 dalam APBN 2018. "Dari target tersebut telah terealisasi sebesar Rp 270,47 triliun atau 65,25 persen APBN," ujar Luki.






Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

1 jam lalu

Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

Sri Mulyani menyatakan telah menyiapkan anggaran Rp 25,01 triliun dari APBN untuk mendukung pemilu serentak pada tahun 2024. Seperti apa rinciannya?


PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

4 jam lalu

PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

PSI mengapresiasi postur APBN 2023 karena dinilai mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia


Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

5 jam lalu

Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Jumat sore, 3 Februari 2023, dimulai dari Bulog tak mendapat kuota impor gula konsumsi pada tahun ini.


Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

11 jam lalu

Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

Sri Mulyani sebut ekonomi RI baik-baik saja, KPPU mulai usut penjualan bersyarat Minyakita di daerah.


Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

12 jam lalu

Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

Menteri Keuangan Ekonomi Sri Mulyani kembali menyinggung soal kondisi perekonomian global 2023 yang diprediksi gelap gulita.


Sri Mulyani Ungkap Keengganan Masyarakat Kembali Kerja di Luar Rumah Jadi Penyebab Inflasi

12 jam lalu

Sri Mulyani Ungkap Keengganan Masyarakat Kembali Kerja di Luar Rumah Jadi Penyebab Inflasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan luka dalam tetapi jua menimbulkan dampak baru dari cara masyarakat bersikap.


Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

18 jam lalu

Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 2 Februari 2023 dimulai dari teguran Presiden Jokowi ke Luhut soal Event F1 Powerboat.


Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

1 hari lalu

Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

Sri Mulyani Indrawati punya harapan besar kepada alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Apa itu?


Terkini: Buwas, Sri Mulyani, Luhut, Bahlil, dan Zulhas

1 hari lalu

Terkini: Buwas, Sri Mulyani, Luhut, Bahlil, dan Zulhas

Berita-berita terkini ekonomi dan bisnis pada Kamis siang hingga sore ini dimulai dari Dirut Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas.


Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

1 hari lalu

Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

Direktur Celios menanggapi nama Sri Mulyani Indrawati yang diisukan masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI).