PLN Sebut Sistem Kelistrikan Palu Pulih 30 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara menunjukkan kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Kondisi masjid rusak parah, air bah dari tsunami sempat menenggelamkan bangunan masjid setinggi sekitar 2 meter. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Foto udara menunjukkan kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Kondisi masjid rusak parah, air bah dari tsunami sempat menenggelamkan bangunan masjid setinggi sekitar 2 meter. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, MAKASSAR - Sistem kelistrikan di Kota Palu diklaim telah dipulihkan hingga 30% oleh PLN pasca gangguan akibat gempa bermagnitudo 7,4 serta terjangan tsunami.

    Pemulihan tersebut tercermin dari mengalirnya listrik PLN ke Radio Republik Indonesia (RRI) Palu, Korem Tandulako dan Rumah Sakit Balai Keselamatan per Selasa 2 Oktober 2018.

    Baca: Gempa Donggala, PLN Turunkan Ratusan Personal Gabungan

     

    Untuk mendukung kelancaran komunikasi pihak Kepolisian, PLN juga berhasil melistriki repeater Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah serta kantor BMKG Sulawesi Tengah yang berada di Bandara Sis Aljufri, Palu.

    Sejauh ini, PLN telah mengerahkan pula lebih dari 300 personil tim gabungan yang berasal dari berbagai daerah cakupan Sulselrabar maupun Sulutenggo.

    Sebelumnya PLN telah berhasil memulihkan 7 penyulang dan ditambah hari ini 7 penyulang, sehingga 14 penyulang sudah dapat dialiri listrik dari total 45 penyulang.

    “Selain itu, tim PLN AP2B Sistem Minahasa sedang melakukan proses perbaikan pada Gardu Induk (GI) Sidera dan Talise sehingga beriringan dengan perbaikan jaringan listrik di kota Palu, dalam waktu dekat listrik dari PLTA Poso dapat dialirkan ke pelanggan di Palu dan sekitarnya,” Jelas Direktur PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda seperti dikutip dalam Bisnis.com, Selasa 2 Oktober 2018. 

    Dia menuturkan untuk daerah yang belum pulih listriknya, PLN memasok listrik menggunakan genset, terutama di Rumah Sakit Wirabuana, RS Undata, RS Bhayangkara. Selanjutnya secara bertahap PLN akan mengganti mensuplai listrik melalui sistem.

    Sebanyak 14 genset tersebar di Palu dan 3 Genset di lokasi pengungsian di Donggala untuk menerangi lokasi kantong-kantong pengungsian seperti di Lapangan Walikota Palu yang menampung 3.500 pengungsi, Masjid Agung, 1.200 pengungsi, GOR Kawatuna 1.200 pengungsi.

    Sebagai upaya awal untuk menggerakkan kembali ekonomi Palu, PLN mengalirkan listrik 100 kW ke kawasan pertokoan Jl. Gadjah Mada. 

    PLN berharap listrik ini dapat dimanfaatkan oleh pengelola toko untuk mulai melakukan perdagangan.

    “Secara keseluruhan progress pemulihan listrik Palu akan terus meningkat seiring dengan perbaikan terus menerus dilakukan oleh tim gabungan PLN,” kata Huda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.