Selasa, 23 Oktober 2018

Rudiantara: 49 Persen Jaringan BTS di Sulteng Mulai Menyala

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Masjid berkubah hijau tersebut hancur parah akibat guncangan gempa dan hantaman gelombang tsunami pada 28 September lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Masjid berkubah hijau tersebut hancur parah akibat guncangan gempa dan hantaman gelombang tsunami pada 28 September lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan sebanyak 49 persen jaringan Base Transceiver Station alias BTS di seluruh Sulawesi Tenggara telah berfungsi kembali setelah sebelumnya sempat terganggu.

    Baca: Kominfo Segera Tertibkan Penjualan Pengacak Sinyal di E-Commerce

    "Sempat mati karena hilang pasokan listrik," ujar Rudiantara di kantornya, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Rudiantara mengatakan pada hari pertama gempa mengguncang Palu dan Donggala, jaringan BTS yang menyala di Sulteng hanya 13 persen saja. Bahkan sehari setelahnya jaringan yang hidup hanya 12 persen sebelum mulai meningkat menjadi 45 persen.

    "Hari ini meningkat menjadi 49 persen karena listrik perlahan-lahan masuk," ujar Rudiantara.

    Meski telah 49 persen jaringan di Sulawesi Tengah kembali menyala, perkara berikutnya adalah distribusi yang tidak merata. "Kejadiannya di Palu sampai terakhir hanya beroperasi sekitar 16 persen, di Donggala 25 persen, di Sigi 24 persen. Jadi masih banyak yang mati," ujar Rudiantara.

    Menurut Rudiantara, tiga daerah tersebut adalah kawasan yang jaringannya paling terdampak oleh bencana itu. Sementara di beberapa daerah seperti Banggai, Tojo Una Una, hingga Buol, lebih dari 70 persen BTS di sana berfungsi dengan normal.

    Secara umum, Rudiantara memaparkan ada sekitar 3.500 BTS di Sulawesi Selatan. Bila dilihat per kota, ada 1.119 BTS di Palu, 230 di Donggala, dan 274 di Sigi, dan sisanya tersebar di kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah.

    Permasalahan yang menyebabkan matinya jaringan di tiga kota tersebut, kata Rudiantara, adalah tidak adanya pasokan listrik untuk BTS. "Pada 5 Oktober nanti diharapkan listrik sudah jauh lebih membaik dengan adanya aktivasi gardu induk maupun transmisi jaringannya sudah siap dialiri listrik."

    Untuk itu, selain menunggu listrik masuk dari PLN, Rudiantara mengerahkan genset-genset untuk menyuplai listrik untuk BTS. Rudiantara mengakui penggunaan genset perlu banyak solar. Namun, ia mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan siap membantunya menyediakan solar. "Jadi siap menyetok sebanyak-banyaknya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.