Sandiaga Miliki Resep Agar Rupiah Perkasa Usai Tembus Rp 15 Ribu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan mengacungkan dua ibu jari kepada calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, yang berkunjung ke Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. ANTARA

    Seorang perempuan mengacungkan dua ibu jari kepada calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, yang berkunjung ke Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengklaim memiliki resep agar pemerintah dapat menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini tembus Rp 15.000.

    Baca: Istri Sandiaga Minta Emak-emak Tak Emosi Tanggapi Berita Negatif

    "Langkah-langkah per hari ini adalah penghematan. Saya belum lihat itu dari pemerintah, bagaimana penghematan itu dilakukan dan acara-acara yang seremonial itu bisa dipangkas," kata Sandiaga Uno kata Sandiaga Uno dalam diskusi di Warunk Upnormal Fatmawati, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Menurut Sandiaga saat ini impor sudah mulai dilakukan penyesuaian oleh pemerintah. Tapi, kata Sandiaga, impor yang murni bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk capital goods itu semestinya harus dikecualikan.

    "Tapi sekarang ini beban berat, karena diakibatkan internal ekonomi kita juga gak kuat naik," ujar Sandiaga.

    Lebih lanjut Sandiaga mengklaim dirinya dan Prabowo Subianto memiliki kemampuan untuk membenahi dan meperbaiki ekonomi Indonesia.

    "Kami harapkan nanti masyarakat bisa memberikan penilaian, bahwa 4 tahun setengah ini kita belum bisa merubah struktur ekonomi kita," kata Sandiaga.

    Hari ini nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menyentuh 15.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi di tengah-tengah kian buruknya sentimen pada aset negara berkembang dilihat dari defisit transaksi berjalan yang kian melebar.

    Pergerakan kurs rupiah pada Selasa, 2 Oktober 2018 sempat menyentuh Rp15.009 per dolar AS dan kembali ke Rp 14.997 per dolar AS, melemah 86,5 poin atau 0,58 persen. Posisi tersebut menjadi yang terlemah sejak krisis keuangan di Asia pada Juli 1998 silam.

    Rupiah melemah hingga lebih dari 9 persen terhadap dolar AS sepanjang 2018. Sementara itu, indeks dolar AS masih mengalami penguatan tipis 0,02 persen di posisi 95,31. Adapun defisit transaksi Indonesia diperkirakan melebar menjadi 2,6 persen.

    Simak berita terkait Sandiaga hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?