Dalam Negeri Mulai Jenuh, PT INKA Garap Pasar Asia dan Afrika

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Madiun -Pasar pembuatan kereta api untuk kebutuhan dalam negeri mulai terlihat jenuh. Pesanan sebagian besar hanya datang dari PT. Kereta Api Indonesia dan Kementerian Perhubungan. Melihat persoalan itu, PT INKA sebagai satu-satunya produsen kereta api di kawasan Asia Tenggara ini, menyisir pasar luar negeri di kawasan Asia, Amerika dan juga Afrika.

    BACA: PT INKA Bantah Pengoperasian LRT Palembang Terganggu

    Demikian disampaikan oleh Budi Noviantoro, Direktur Utama PT INKA di hadapan media di kawasan pabriknya yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur, Selasa, 2 Oktober 2018. "Untuk pasar dalam negeri sudah jenuh," kata Budi.

    Tempo, hari ini berkesempatan melihat langsung perkembangan pembangunan 8 trainset Light Rail Transit atau LRT Sumatera Selatan di Jl. Yos Sudarso, Madiun. LRT Sumsel yang melintasi sebagian kecil wilayah di Banyuasin dan Palembang ini, kata Budi, hanya menyisakan 1 trainset lagi. Sedang 7 trainset lainnya sudah mulai beroperasi sejak beberapa waktu lalu. "Satu trainset ini akan kami kirim pada Desember nanti ke Palembang," ujarnya.

    BACA: LRT Palembang Mogok Saat Diuji Coba, Ini Penjelasan PT INKA

    Saat ini dipastikan PT INKA juga berhasil mendapat kontrak pembangunan LRT tanpa awak untuk Jabotabek sebanyak 81 trainset atau sebanyak 186 kereta. Proyek tersebut sudah mulai masuk pembuatan bogie, lalu bagian dalam, koneksi dan selanjutnya dilakukan ujicoba. "LRT Jabotabek akan dikirim Maret nanti," katanya.

    Selain itu saat INKA juga menggarap pesanan PT. KAI sebanyak 8 trainset atau sebanyak 80 unit kereta. Saat ini proses pengerjaannya hampir selesai. Ditargetkan awal tahun depan seluruh rangkaian harus bisa dikirimkan.

    Sementara itu General Manager Sekretaris Perusahaan,  I Ketut Astika menambahkan sejauh ini sudah mendapatkan berapa pesanan dari banyak negara. Ia menjelaskan pesanan tersebut diantaranya 350 unit kereta dari Bangladesh. Bulan ini juga direncanakan 1 trainset akan dikirim ke negara tersebut.

    Selain itu juga PT INKA sedang mengerjakan pesanan dari Filipina yang bakal dikirim Juni tahun depan berupa 3 lokomotif, 6 kereta berpenggerak, 15 kereta penumpang. Masih kata Ketut, pihaknya juga sedang menjajaki pasar Srilanka, Myanmar, Amerika Latin, dan negara di Afrika lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.