IHSG Dibuka Menguat Seiring Meredanya Perang Dagang Amerika

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 2 Oktober 2018, dibuka menguat seiring meredanya ketegangan perang dagang di kawasan Amerika.

    Baca juga: Menjelang Rilis Data BPS, IHSG Melemah Tipis 0,2 Persen Hari Ini

    IHSG dibuka menguat 2,64 poin atau 0,04 persen menjadi 5.947,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,65 poin atau 0,07 persen menjadi 942,66.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, di Jakarta, mengatakan bahwa sentimen pasar saham global terangkat setelah adanya kabar disepakati revisi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

    "Saham AS menguat, membaiknya saham AS itu dapat menjadi katalis positif bagi pasar Asia dan juga sebagai dukungan bagi IHSG," katanya.

    Menurut dia, bursa global secara umum menyikapi pembaruan NAFTA oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Perundingan itu memberikan harapan akan adanya penyelesaian konflik perdagangan selain AS-Tiongkok.

    Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan investor asing yang kembali masuk ke pasar saham turut menjadi salah satu faktor penopang bagi IHSG.

    "Investor asing kembali melakukan aksi belinya, terutama pada sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar," katanya.

    Selain IHSG, bursa regional di antaranya indeks Nikkei menguat 11,65 poin (0,05 persen) ke 24.257,41, indeks Hang Seng melemah 349,98 poin (1,26 persen) ke 27.438,53, dan indeks Strait Times melemah 11,05 poin (0,34 persen) ke posisi 3.244,41.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.