Pasca Gempa Palu, Wings Air Buka Penerbangan ke Bandara Mutiara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah korban selamat gempa dan tsunami Palu-Donggala mengantre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Para korban selamat ini dievakuasi melalui jalur udara menuju kota terdekat, yakni Makassar dan Balikpapan. REUTERS

    Sejumlah korban selamat gempa dan tsunami Palu-Donggala mengantre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Para korban selamat ini dievakuasi melalui jalur udara menuju kota terdekat, yakni Makassar dan Balikpapan. REUTERS

    TEMPO.CO, Gorontalo - Maskapai Wings Air mulai Selasa pagi, 2 Oktober 2018, membuka penerbangan komersial dari Gorontalo ke Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa Palu pada Jumat lalu.

    Baca juga: Rini Berduka Keluarga Karyawan Pegadaian Jadi Korban Gempa Palu

    Manajer Lion Air Gorontalo, Yasir Hasan, saat dihubungi mengatakan pihaknya menyediakan 72 kursi penumpang di dalam pesawat dan hingga pukul 10.00 Wita telah terjual 45 tiket.

    Menurut Yasir, penerbangan komersial Wings Air sudah dibuka sejak Senin kemarin pasca gempa Palu. Namun terpaksa dibatalkan setelah mendapatkan informasi mengenai landasan Bandara Mutiara SIS Aljufri di Palu tidak bisa digunakan.

    "Kemarin landasan di bandara sana penuh dengan para pengungsi yang ingin keluar dari Palu. Ini membuat tidak ada satu pun pesawat bisa datang dan pergi," ujarnya di Gorontalo.

    Jadwal keberangkatan pesawat Wings Air rute Gorontalo-Palu adalah pukul 07.00 Wita.

    "Tapi kami tidak bisa memastikan apakah bisa berangkat tepat waktu atau tidak, tergantung kondisi di Bandara Sis Aljufri," kata Yasir.

    Dibukanya penerbangan komersial tersebut memberi kabar baik bagi sejumlah warga Gorontalo yang ingin memulangkan keluarganya dari Palu, maupun ingin datang ke daerah yang baru diterpa bencana.

    "Sudah tiga hari kami belum memutuskan harus menggunakan jalur darat atau laut, karena tidak ada pesawat ke Palu. Baru hari ini mendapat kabar dan akan segera memesan tiket," kata salah seorang warga, Hartati.

    Ia berniat ke Palu untuk membawa bantuan ala kadarnya untuk keluarga di Palu yang menjadi korban gempa Palu dan sedang mengungsi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.