Aprindo Sebut Penjarahan Terjadi di Puluhan Gerai Alfamart Palu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menjarah sisa barang di pusat perbelanjaan Ramayana akibat kekurangan bahan sandang pascabencana gempa dan tsunami melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah warga menjarah sisa barang di pusat perbelanjaan Ramayana akibat kekurangan bahan sandang pascabencana gempa dan tsunami melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo Roy Nicolas Mandey mengatakan terjadi pengambilan barang atau penjarahan oleh masyarakat di 40 gerai Alfamart dan 1 gerai Hypermart di Kota Palu.

    Baca juga: Prospek Cerah, Alfamart Akan Tambah 150 Gerai Baru di Filipina

    "Update terakhir sampai saat ini telah terjadi pengambilan barang oleh masyarakat di 40 gerai Alfamart dan 1 gerai Hypermart di Kota Palu," kata Roy Nicolas Mandey dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin, 1 Oktober 2018.

    Roy mengatakan Aprindo prihatin atas peristiwa Gempa Bumi & Tsunami di Palu & Donggala serta menyampaikan rasa dukacita sedalamnya kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya. "Dampak peristiwa ini mengakibatkan kerugaian materiil & non materiil yang sangat besar," kata Roy Nicolas Mandey.

    Di kesempatan yang berbeda, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan
    Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah juga telah terjadi tindak kriminal
    penjarahan yang dialami oleh toko-toko dan berbagai pusat perbelanjaan di sana.

    “Kami turut prihatin dan berduka cita atas terjadinya bencana alam ini, hingga memakan begitu banyak korban masyarakat. Namun kami pun sangat menyayangkan terjadinya penjarahan di pusat perbelanjaan, yang dialami oleh sebagian anggota kami," kata Budihardjo.

    Budiharjo memohon dukungan penuh dari pemerintah dan para pihak yang berwenang, untuk segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan keadaan dan mencegah terulangnya kejadian penjarahan di berbagai pusat perbelanjaan dan toko-toko lainnya.

    "Penjarahan ini merupakan tindak kriminal yang harus dicegah dan yang perlu dilakukan adalah upaya-upaya agar ekonomi di Palu dan Donggala bisa segera bangkit kembali," kata Budihardjo.

    Gempa berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat pekan lalu. Gempa ini mengakibatkan gelombang tsunami menerjang pantai Talise di Kota Palu dan beberapa pantai di Donggala. Akibat bencana ini hampir seribu orang dikabarkan tewas.

    Simak berita tentang Alfamart hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.