Sabtu, 15 Desember 2018

Bandara Penuh, Menhub Minta Warga Palu Lewat Pelabuhan Pantoloan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention  Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi memberikan bantuan berupa bus untuk evakuasi pengungsi dari Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah. "Silakan menuju Pantoloan agar bisa bergerak dari Palu," kata Budi di kantornya, Senin, 1 Oktober 2018.

    Baca juga: Sri Mulyani: Dana Bantuan Gempa Palu Rp 560 M Cair Hari Ini

    Budi Karya mengatakan, dalam satu hari, Bandara Mutiara Sis Al-Jufri hanya dapat melayani 2.000 penumpang. Sedangkan kapal yang disediakan di Pelabuhan Pantoloan dapat menampung 2.000 warga untuk satu kapal.

    Pelabuhan Pantoloan, kata Budi Karya, saat ini difungsikan untuk mengangkut penumpang dan bantuan logistik via jalur air. "Perjalanan kapal-kapal itu saya sarankan ke Pantoloan karena itu relatif lebih banyak ruang," tuturnya.

    Sudah ada tiga kapal yang tersedia di sana. Menhub menuturkan masih ada beberapa kapal lagi yang masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Pantoloan. Selain itu, Budi melanjutkan, bantuan 40 ton air bersih sedang dalam perjalanan menuju Palu.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi menjelaskan, saat ini, baru dua bus Damri ukuran besar yang dikirim ke Palu. Dia berujar akan ada tambahan hingga enam bus untuk mengangkut warga yang ingin keluar dari Palu. "Kalau masih kurang, Damri bisa tambah lagi," ucapnya.

    Untuk akses darat, kata Budi, jalur-jalur darat saat ini sudah mulai dapat diakses kendaraan menuju Palu. Namun, untuk tujuan ke Donggala, Menhub belum mendapat kabar terbaru karena kendala komunikasi yang sulit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.