Jasa Raharja Bentuk Tim Penanganan dan Pemulihan Bencana Palu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo S memberikan pernyataan terksait kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air  milik PT Marta Buana Abadi  dengan keberangkatan dari Tana Merah menuju Oksibil yang diperkirakan menimbulkan korban 9 orang termasuk pilot dan copilot beserta 7 penumpang, Sabtu, 11 Agustus 2018. (dok Jasa Raharja)

    Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo S memberikan pernyataan terksait kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air milik PT Marta Buana Abadi dengan keberangkatan dari Tana Merah menuju Oksibil yang diperkirakan menimbulkan korban 9 orang termasuk pilot dan copilot beserta 7 penumpang, Sabtu, 11 Agustus 2018. (dok Jasa Raharja)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Raharja (persero), Budi Rahardjo, telah mengirimkan bantuan berupa berupa 4 ton beras, 400 box mi instan, dan 200 box air mineral dari Kantor Cabang Jasa Raharja di Sulawesi Selatan ke korban gempa Palu dan Donggala.

    "Bantuan telah tiba dan langsung disalurkan pada daerah yg berdampak bencana di Palu dan Donggala," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 30 September 2018.

    Selain bantuan pangan, Budi menuturkan, bantuan lainnya berupa tenaga dan bantuan obat obatan, makanan siap guna dan kebutuhan dasar seperti pembalut wanita, selimut, pampers, alat penerangan akan diberangkatkan pada hari ini, Ahad, 30 September 2018.

    Selanjutnya, Budi menjelaskan pada Fase Pemulihan dan Fase Rekonstruksi, Tim akan melakukan inventarisasi dan assessment terhadap sarana dan prasarana yang perlu direvitalisasi. Kegiatan tersebut akan dikoordinasikan dengan Koordinator BUMN Peduli dan instansi terkait untuk menentukan bentuk sinergi program atau bantuan yg diperlukan.

    Sebelumnya, gempa Donggala berkekuatan 7,7 skala Richter (SR), yang kemudian dimutakhirkan menjadi 7,4 SR, mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut juga disertai tsunami setinggi 1,5-2 meter.

    Suasana ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu sangat sepi dan lumpuh. Toko-toko tutup. Dampak gempa tersebut juga terasa pada sektor perekonomian, terlihat warga antre membeli minyak tanah pada mobil tangki BBM. Sementara itu gas elpiji sangat langka di pasaran. Begitu juga kondisi jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi tidak berfungsi dengan baik.

    Masyarakat terlihat berebut BBM di SPBU dan memborong bahan pokok di sejumlah mini market. Ribuan warga lainnya masih bertahan di luar rumah dan lapangan terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. Petugas Basarnas dan tim gabungan penyelamat terus bekerja melakukan penyelamatan baik warga yang selamat maupun jenazah masih terjebak di rerentuhan gedung.

    Simak berita tentang Jasa Raharja hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?