Pembangunan Bendung Karet Semarang Ditargetkan Selesai Awal 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pelajar melewati Jembatan Bongpes di area bendung karet welahan Desa Gerdu, Jepara, Jawa Tengah, 20 Juli 2017. Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter yang menjadi jalur alternatif warga dari wilayah Demak menuju Jepara itu kondisinya sebagian rusak seperti bantalan kayu yang rapuh dan berlubang yang dapat membahayakan warga yang melintas. ANTARA/Yusuf Nugroho

    Sejumlah Pelajar melewati Jembatan Bongpes di area bendung karet welahan Desa Gerdu, Jepara, Jawa Tengah, 20 Juli 2017. Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter yang menjadi jalur alternatif warga dari wilayah Demak menuju Jepara itu kondisinya sebagian rusak seperti bantalan kayu yang rapuh dan berlubang yang dapat membahayakan warga yang melintas. ANTARA/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, pembangunan Bendung Karet di Kota Semarang dapat rampung bulan Januari 2019. 

    Proyek yang menelan anggaran Rp170 miliar tersebut, nantinya akan digunakan untuk menambah kebutuhan air baku bagi masyarakat Semarang.

    Adapun, untuk pengerjaan Bendung Karet sampai akhir September sudah mencapai 50%. Kendati ditargetkan selesai November 2019, namun PUPR melakukan percepatan sehingga harus selesai Januari tahun depan. 

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendung Karet sepanjang 150 meter, pembangunannya dibagi dalam empat span atau rentang. "Sudah jadi dua, ya kurang lebih 75 meter," katanya saat dijumpai Gedung Korpri, Semarang, Sabtu 29 September 2018.

    Commissioning test kering atau pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik, menurutnya, juga sudah dilakukan. Sementara testing dan komisioning basah, lanjut Basuki, baru rencananya dilangsungkan satu atau dua hari ke depan.

    "Digenangi, sambil dibuka tutup. Kalau sudah mulai mengerjakan yang sebelah kirinya. Kalau bilang kanan kiri itu ke laut, kalau aliran ya. Yang belum sebelah kiri dan nanti dipasangi sheet pile untuk cofferdam-nya. Kemudian aliran rob tertahan nanti," terangnya.

    Seperti diketahui, Bendung Karet BKB dibangun sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta mendorong flashing sedimen sungai. Sesuai kontraknya, proyek yang digarap kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta ini memasuki tahap pengerjaan pada November 2017 lalu. 

    Bendung karet BKB ini dibangun kurang lebih 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ring road utara, atau dekat gereja Katolik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono Kota Semarang.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengemukakan, selain berfungsi sebagai penahan air laut dan menjaga debit air, bendungan itu juga akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata air.

    Menurutnya, pembangunan Bendung Karet terus dipercepat untuk agar dapat dimanfaatkan langsung bagi masyarakat Semarang. Diharapkan dengan adanya Bendung Karet kebutuhan air dapat terpenuhi dan bisa menahan air rob. 

    "Pengerjaannya terus kami kebut, hal ini semata-mata dilakukan agar Bendung Karet bisa segera dimanfaatkan oleh warga Semarang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.