Selasa, 23 Oktober 2018

Gempa Donggala, Budi Karya Instruksikan Cek Bandara dan Pelabuhan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention  Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan jajaran kementeriannya untuk mengecek beberapa fasilitas transportasi yang terkena dampak gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Kota itu diguncang gempa berkekuatan 7,7 SR pada Jumat Sore, 28 September 2019.

    Baca: Gempa Donggala, Rudiantara Kirim 30 Unit Telepon Satelit

    "Saya telah menginstruksikan kepada jajaran di Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengecekan fasilitas sarana dan prasarana transportasi seperti bandara maupun pelabuhan pada daerah yang terkena dampak gempa," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 29 September 2018.

    Menurut laporan yang diterima Budi Karya, ada beberapa fasilitas yang terkena dampak gempa tersebut. Fasilitas yang mengalami kerusakan antara lain Bandara SIS Al-Jufri Palu dan Pelabuhan Ogoamas. Ia masih menunggu informasi mengenai keadaan di sejumlah Pelabuhan yang belum terkonfirmasi karena putusnya jaringan komunikasi akibat gempa.

    "Telah terjadi kerusakan di beberapa fasilitas transportasi seperti keretakan Aerodrome Control Tower Bandara SIS Al-Jufri serta retak di Talaud dan terjadi pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 cm di Pelabuhan Ogoamas," ujar Budi Karya. "Saya meminta jajaran untuk berkoordinasi dan terus melakukan pengecekan kerusakan akibat gempa pada seluruh fasilitas transportasi."

    Budi Karya juga telah meminta jajarannya membentuk Quick Response Team di lapangan serta posko khusus di kantor pusat untuk mempercepat pelaksanaan tanggap darurat. "Saya minta agar dibentuk sebuah Quick Response Team yang diterjunkan ke lapangan dan bentuk posko khusus terkait penanganan gempa Palu yang efektif bekerja mulai besok (hari ini) di kantor pusat Kemenhub sehingga proses koordinasi antara petugas di lokasi kejadian dan kantor pusat dapat efektif," tuturnya.

    Gempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan Donggala terjadi pada Jumat petang, 28 September 2018. Gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan Parigi Moutong. Secara umum gempa dirasakan berintensitas sedang selama 2-10 detik. Gempa dirasakan beberapa kali karena adanya gempa susulan.

    Gempa Donggala dirasakan sangat keras di Kecamatan Sirenja karena dekat dengan pusat gempa. Beberapa rumah roboh dan rusak akibat gempa. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

    Baca: Gempa Donggala, 10 Penerbangan dari dan ke Palu Dibatalkan

    BMKG telah memutakhirkan kejadian gempa Donggala semula bermagnitudo 5,9 pada skala Richter (SR) menjadi M6 SR dengan pusat gempa 2 km arah Utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km, Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.