Pendaftaran CPNS, BKN Tambah Kuota Jaringan Situs Sscn

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara atau BKN Bima Haria Wibisana mengakui ada permasalahan teknis di situs pendaftaran CPNS. Namun permasalahan tersebut sudah teratasi dengan ditambahnya kuota jaringan atau bandwidth di situs SSCN. "Tadi malam sudah kami tambah, semoga hari ini sudah lancar," kata Bima di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jumat, 28 September 2018.

    Baca: BKN Imbau Pendaftar CPNS Tak Gunakan Gawai Saat Registrasi di sccn.bkn.go.id

    Bima mengatakan, kuota bandwidth yang diberikan sebelumnya untuk situs Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebesar 2 megabita per detik (megabyte per second/mbps). Hal tersebut yang menyebabkan penumpukan di situs tersebut.

    Untuk memperbaiki daya tampung situs, Bima mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Telkom dan menaikkan bandwidth situs Dukcapil hingga 10 mbps. "Ini sudah kami naikkan lima kali," ucapnya.

    Selain itu, situs sscn.bkn.go.id dinaikkan kapasitasnya hingga 4 mbps. Bima menuturkan situs tersebut sebelumnya hanya berkuota 2 mbps.

    Sekitar 5 juta orang berminat mengikuti pendaftaran CPNS 2018. Padahal kursi yang disediakan pemerintah hanya 238.015 sehingga pengamanan seusai pendaftaran CPNS juga dibutuhkan.

    Bima menuturkan setidaknya setiap menit ada 6.000 akun baru yang mendaftar di situs itu. Kemudian, sejak portal pendaftaran dibuka, situs tersebut sudah diakses 4,5 juta pengguna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.