Selasa, 23 Oktober 2018

Dorong Ekspor, Bea Cukai Bangun Enam Laboratorium

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Heru Pambudi (kanan) bersama Deputi Bidang Pemberantasan BNN Armand Depari (kiri) memperlihatkan daun Khat yang sudah kering dan mengandung Chatinone di Kantor Bea dan Cukai, Jakarta Timur 28 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Heru Pambudi (kanan) bersama Deputi Bidang Pemberantasan BNN Armand Depari (kiri) memperlihatkan daun Khat yang sudah kering dan mengandung Chatinone di Kantor Bea dan Cukai, Jakarta Timur 28 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Palembang - Direktorat Bea Cukai, Kementerian Keuangan menargetkan hingga akhir tahun ini membangun beberapa laboratorium di daerah-daerah strategis. Hal ini sebagai salah satu langkah mendorong pengusaha untuk meningkatkan nilai ekspor berbagai komoditas unggulan.

    Simak: Sri Mulyani Sempat Ancam Bubarkan Bea Cukai

    Direktorat Bea Cukai hari ini meresmikan pengoperisan dua laboratorium di Palembang dan Ngurah Rai, Bali. "Penambahan laboratorium ini diharapkan dapat semakin memfasilitasi perdagangan tanpa melupakan fungsi pengawasan Bea Cukai," kata Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, Jumat, 28 September 2018. .

    Heru menuturkan Bea Cukai juga akan menambah 6 laboratorium baru lainnya. Di akhir tahun 2018, Bea Cukai berencana untuk melakukan pembangunan satuan pelayanan laboratorium Bea Cukai di empat lokasi yaitu di Balikpapan, Kendari, Bitung dan Ternate. Sementara di tahun 2019, Bea Cukai berencana menambah satuan pelayanan laboratorium Bea Cukai di Makassar dan Batam.

    Heru menuturkan bahwa penambahan laboratorium ini diharapkan dapat semakin memfasilitasi perdagangan tanpa melupakan fungsi pengawasan Bea Cukai. "Selain itu kami juga berhasil gagalkan masuknya hampir 4 ton narkoba," ujarnya.

    Fadjar Donny Tjahjadi, Direktur Tehnis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu menambahkan pihaknya memiliki tiga Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) yang telah memperoleh sertifikat ISO 17025 serta telah sesuai dengan Customs Laboratory Guidelines dari Worid Customs Organization, yakni BPIB Tipe A Jakarta, BPIB Tipe 8 Medan, dan BPIB Tipe B Surabaya.

    Selain itu, Bea Cukai juga telah membangun satuan pelayanan Laboratorium Bea Cukai di Tanjung Priok, Soekarno Hatta dan Dumai pada tahun 2016. Kemudian pada tahun 2017 pelayanan Laboratorium dibangun di Merak, Bandar Lampung dan Tanjung Emas serta ditambah dengan tiga unit mobile laboratorium yang ditempatkan di masing-masing BPIB.

    Penempatan unit mobile laboratorium ini sebagai sarana pendukung pelaksanaan pengujian dan identifikasi barang di kantor-kantor pelayanan yang belum dilengkapi dengan keberadaan laboratorium Bea Cukai. "Kami kaji dengan melihat volume ekspor impor di masing-masing daerah," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.