Ma'ruf Amin Jelaskan Arus Baru Ekonomi RI di Depan Ratusan Santri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jember - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin nomor urut 1 kemarin memaparkan gagasan tentang arus baru ekonomi Indonesia di hadapan ratusan santri dan kader Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Kabupaten Jember, Jawa Timur. Arus baru ekonomi itu pada intinya dimulai dari memberdayakan masyarakat.

    Baca: Ma'ruf Amin: Ekonomi RI di 2024 Sudah Siap Tinggal Landas

    "Arus baru ekonomi Indonesia menekankan pembangunan yang dimulai dari bawah dengan memberdayakan umat, tetapi bukan untuk melemahkan yang kuat dan menguatkan yang lemah," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan di hadapan ratusan santri dan ulama di Pesantren Nurul Islam Jember, Kamis, 27 September 2018.

    Ma'ruf Amin menyebutkan konsep tersebut untuk menghilangkan disparitas antara kaya dan miskin. Untuk menjalankan konsep itu, kata Ma'ruf, perlu kolaborasi erat antara yang lemah dan kuat untuk sama-sama menjadi kuat dengan menjalankan upaya kemitraan.

    "Kami juga ingin menjadikan pesantren sebagai pusat perubahan ekonomi umat dan berbagai sektor lain, sehingga arus baru ekonomi Indonesia disandarkan kepada sila ke-5 Pancasila yang wujudnya adalah ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial," tutur Ma'ruf.

    Lebih jauh Ma'ruf juga mencontohkan dengan memberikan semangat dan motivasi kepada santri untuk tidak pernah putus asa dan tidak perlu rendah diri. Sebab, santri bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi apa saja seperti Gus Dur yang menjadi presiden dan santri juga bisa menjadi menteri.

    "Saya silaturahim ke Jember untuk menemui kiai dan santri NU juga PCNU karena saya ingin mohon restu, mohon izin karena saya diminta Pak Jokowi sebagai cawapres," ucap Ma'ruf Amin.

    Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Joko Widodo atau Jokowi itu menggunakan mobil listrik dari rumah kediaman pengasuh Ponpes Nuris KH Muhyidin Abdussomad menuju ke lokasi berkumpulnya kader NU yang disambut meriah ribuan santri.

    Safari politik cawapres Ma'ruf Amin di Kabupaten Jember dimulai dari Pesantren As-Shiddiq di Kecamatan Kaliwates, kemudian dilanjutkan di Pesantren Nurul Islam di Kecamatan Sumbersari, dan pada malam ini ikut pengajian manakib di Pesantren Al-Qodiri, Kecamatan Patrang.

    Baca: Ini Gagasan Ma'ruf Amin untuk Masalah Keuangan Bank Muamalat

    Pada hari ini, Jumat, 28 September 2018, Ma'ruf dijadwalkan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren As-Suniyah di Kecamatan Kencong. Setelah itu Ma'ruf Amin akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Probolinggo untuk silaturahmi di Pesantren Zainul Hasan Genggong.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.