Sri Mulyani:Ekonomi Indonesia Fleksibel Redam Perubahan Eksternal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat mengunjungi Museum Macan. Instagram.com

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat mengunjungi Museum Macan. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia fleksibel dan cukup memiliki daya tahan untuk meredam perubahan eksternal tanpa harus menyebabkan kegiatan ekonomi berubah drastis.

    BACA: The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Respons Sri Mulyani

    "Namun absorbsi dari perubahan itu akan terjadi, dan oleh karena itu konsistensi dari kebijakan sektor fiskal, moneter, dan riil dianggap sebagai sinyal positif dan kami akan terus lakukan itu," kata Sri Mulyani ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional III Kementerian Pariwisata di Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan pemerintah dan otoritas terkait telah melakukan tindakan-tindakan yang konsisten untuk memberikan sinyal pada pelaku ekonomi.

    BACA: Sri Mulyani Sebut 3 Ciri Milenial Penentu Masa Depan

    Sri Mulyani sudah berkomunikasi dengan pelaku ekonomi bahwa perubahan kebijakan moneter dari Bank Sentral AS akan terjadi. Komunikasi juga dilakukan kepada para pelaku perekonomian mengenai APBN yang sehat.

    "Sampai pertengahan September 2018, keseimbangan primer positif atau surplus. Kalau perubahan di luar perekonomian itu bukan kita yang mengontrol," ujar Sri Mulyani.

    Bank Sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar 25 basis poin dan merupakan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, Rabu, 26 September 2018.

    Ketika saham-saham di Wall Street turun pasca-pengumuman resmi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, Indeks harga saham gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia, Kamis ini, dibuka menguat 14,68 poin atau 0,25 persen menjadi 5.887,95.

    Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi hanya melemah sebesar 17 poin menjadi Rp 14.908 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.891 per dolar AS.

    Baca berita tentang Sri Mulyani lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).