The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Respons Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang baru saja menaikkan lagi suku bunga acuannya ke level 2-2,25 persen. Sri Mulyani menyebutkan pemerintah terus berupaya menjaga fundamental ekonomi Indonesia untuk tetap kuat menahan gejolak perekonomian global.

    Baca: Sri Mulyani: Selama Defisit Membesar, Saya akan Terus Ngomel

    "Kami semua sudah membacanya, kami sudah tahu The Fed akan menaikkan suku bunganya empat kali," ujar Sri Mulyani di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis, 27 September 2018. Pemerintah juga mulai mengantisipasi rencana The Fed yang bakal mengerek suku bunganya dua kali lagi menuju 3 persen pada tahun depan.

    Artinya, kata Sri Mulyani, perekonomian Indonesia juga mesti melihat bagaimana sensitivitas kebijakan Amerika itu terhadap kegiatan ekonomi di dalam negeri. Pengetatan modal akibat kebijakan tersebut juga mesti mulai diantisipasi dari sisi neraca modal.

    "Oleh karena itu, dari sisi external balance, pemerintah akan menerus mem-balance apa yang disebut current account deficit dengan capital account," ujar Sri Mulyani. Dengan demikian, stabilitas kegiatan naik-turunnya nilai tukar dan cadangan devisa bisa tetap terjaga.

    Sri Mulyani berujar pemerintah tetap memantau agar perubahan yang terjadi masih berada di kisaran normal. "Kami menjaga jangan sampai perubahan itu menimbulkan volatilitas yang mengganggu stabilitas BI," tutur Sri Mulyani.

    Sebelumnya, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar 0,25 persen atau 25 basis poin. Hal tersebut merupakan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015.

    "Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund (FFR) menjadi 2 persen hingga 2,25 persen," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari, Rabu waktu setempat, 26 September 2018.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Mahasiswa Mesti Pakai Data Kalau Bicara Ekonomi

    Dalam pernyataan itu juga, The Fed mengatakan pasar tenaga kerja Amerika Serikat terus menguat, dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang kuat. Hal ini juga ditunjukkan dengan belanja rumah tangga dan investasi bisnis tumbuh tinggi. Tak hanya itu, The Fed juga mengatakan baik inflasi maupun apa yang disebut inflasi inti untuk barang-barang selain makanan dan energi mendekati target bank sentral sebesar 2 persen.

    Baca berita menarik lainnya terkait Sri Mulyani hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.