Penyebab Harga Ayam Turun dari Rp 35 Ribu Jadi Rp 30 Ribu per Kg

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peternakan ayam. Tempo/Tony Hartawan

    Ilustrasi peternakan ayam. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Harga ayam potong di pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, turun dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Penyebabnya, harga pakan jagung turun sejak dua pekan terakhir.

    Baca juga: Pedagang Kecil Diminta Jual Ikuti Harga Ayam Acuan Kemendag

    Seorang pedagang ayam potong di Pasar Kota, Bojonegoro, Ny. Sulipah, menjelaskan turunnya harga jagung yang sebelumnya Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 4.000 per kilogram mempengaruhi harga ayam potong dari pedagang pemasok di Jawa Tengah juga lokal.

    "Harga daging ayam potong turun bertahap dalam dua pekan terakhir dari Rp 35 ribu per kilogram, sekarang ini menjadi Rp 30 ribu per kilogram," ucapnya.

    Hal itu dibenarkan pedagang ayam potong lainnya Arifin yang menyebutkan faktor turunnya harga pakan seperti jagung mendorong harga ayam potong lokal juga dari luar daerah.

    "Ya bisa jadi harga pengambilan ayam potong di peternak di Jawa Tengah juga lokal dipengaruhi ikut turun karena harga pakan juga turun," ujarnya.

    Apalagi, menurut dia, produksi ayam potong sekarang hanya bisa diperoleh dari berbagai daerah di Jawa Tengah, tapi peternak lokal.

    "Peternak lokal Bojonegoro juga Tuban, mulai panen ayam potong," ucapnya.

    Ia mengaku omzet penjualan daging ayam potong bisa mencapai sekitar 3 ton per hari kalau kondisi ramai, dengan penjualan tidak hanya di Pasar Kota, tapi juga di pasar tradisional di Kecamatan Sumberrejo.

    Pembeli daging ayam potong di dua pasar tradisional di daerah setempat rata-rata dari pedagang daging ayam potong keliling, rumah makan, restoran, juga konsumen masyarakat umum.

    "Biasanya saya bisa menjual daging ayam potong rata-rata sekitar 2,5 ton per hari. Kalau sekarang ada penurunan tapi tidak terlalu besar," ucapnya.

    Pedagang ayam potong di Pasar Kota, Bojonegoro Ny. Sriatun menambahkan penurunan harga ayam potong tidak membawa pengaruh omzet daging ayam potong.

    Ia mengaku menjual daging ayam potong dengan harga Rp 32 ribu per kilogram, lebih tinggi dibandingkan pedagang yang menjual di luar pasar yang merupakan pedagang pemasok. "Saya menjual langsung ke konsumen," ucapnya.

    Data di pasar setempat menyebutkan harga ayam Irak juga ikut turun menjadi Rp 50.000 per ekor, yang biasanya Rp 60.000 per ekor. "Kalau harga ayam kampung tidak terpengaruh dengan turunnya harga ayam potong, sebab bergantung kondisi kebutuhan masyarakat," ucap Arifin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.