Jusuf Kalla Lakukan Pertemuan Bilateral dengan AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara dalam diskusi Tuft University,  Massachusettes, Boston, 21 Setember 2018. Foto/Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara dalam diskusi Tuft University, Massachusettes, Boston, 21 Setember 2018. Foto/Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Di sela-sela kegiatan rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (SMU PBB) ke-73, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence kemarin. Pertemuan dilakukan di Hotel Lotte New York Palace, Madison Ave, New York, Selasa, 25 September 2018 waktu AS.

    Baca: Prabowo Sebut Neoliberalisme, Jusuf Kalla: Sudah Tak Relevan

    JK mengatakan bahwa pertemuannya membicarakan hubungan baik kedua negara tetap terjaga. Sebab, tahun depan merupakan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika.

    Di usia tersebut, JK berharap ada peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya peningkatan kerja sama ekonomi bidang perdagangan. “Kita sebenarnya punya kesempatan dalam perang dagang ini,” ujar Kalla.

    Dalam pertemuannya, JK menyampaikan keinginannya agar Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. “Karena Indonesia tidak ada persoalan. Itu kita perbaiki, meningkatkan hubungan-hubungan seperti itu."

    Masalah politik, Korea, Myanmar, dan Afganistan juga turut disinggung dalam pembicaraan. Mike Pance, kata JK, menginginkan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim terbesar, untuk dapat memainkan peran lebih baik lagi di kancah internasional.

    Baca: Jusuf Kalla: APBN Terus Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

    “Indonesia sebagai negara Islam yang besar, sangat penting, dan dia setuju bahwa Indonesia harus punya peran itu,” ucap Mike. Pertemuan Jusuf Kalla dengan Wakil Presiden AS ke-48 itu berlangsung selama lebih kurang 30 menit sejak pukul 15.00 waktu setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.