Kemenperin Buka 400 Formasi CPNS, Mayoritas Tenaga Pendidikan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    Profesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS masih cukup dinikmati. Hal ini salah satunya tercermin dari jumlah pendaftar bimbingan belajar (Bimbel) untuk pembekalan tes calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. DIAS PRASONGKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 sebanyak 400 formasi untuk para lulusan Diploma III (D-III), D-IV, Strata 1 (S-1), dan S-2.

    BACA:CPNS 2018, BPKP Buka 315 Formasi, Cek di Sscn.bkn.go.id

    “Total 400 formasi tersebut, terdiri dari 352 formasi umum, 40 formasi khusus putra dan putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude) dan 8 formasi khusus penyandang disabilitas," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 25 September 2018.

    Haris mengatakan formasi yang disediakan tahun ini didominasi untuk mengisi kebutuhan tenaga pengajar di sejumlah unit pendidikan yang dimiliki oleh Kemenperin, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik. Sebanyak 212 formasi itu akan ditempatkan sebagai dosen, guru, instruktur dan pranata laboratorium pendidikan bagi SMK dan Politeknik di lingkungan Kemenperin.

    Upaya tersebut, kata Haris, sejalan dengan fokus pemerintah saat ini dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) terutama yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Apalagi, Kemenperin menjadi leading sector untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi. "Sejak tahun lalu, kami telah meluncurkan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri," ujar dia.

    Pelaksanaan program tersebut sudah menjangkau Pulau Jawa sampai Sumatera, dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Dari program ini, Kemenperin mampu melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK.

    Haris menambahkan, 188 sisa formasi lainnya adalah untuk mengisi jabatan pelaksana maupun jabatan fungsional sebagai penunjang utama tugas pokok Kemenperin. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya, yakni peningkatan kualitas SDM. "Sebab, SDM terampil menjadi kunci penting untuk kesuksesan dari implementasi industri 4.0," kata Haris.

    Mengenai persyaratan untuk pelamar CPNS, Haris mengatakan usia pendaftar minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Selain itu, syarat lainnya pelamar harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dengan nilai TOEFL sekurang-kurangnya 475 untuk formasi guru dan dosen. Sedangkan, nilai TOEFL sekurang-kurangnya 500 untuk formasi di unit Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional. "Nilai TOEFL berlaku sampai dengan 31 Desember 2018."

    Tata cara pendaftarannya, pelamar harus membuat akun sistem seleksi CPNS (SSCN) 2018 melalui portal nasional https://sscn.bkn.go.id mulai hari Rabu, 26 September 2018 dan ditutup pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 . Hal-hal yang perlu disiapkan, antara lain pas foto, KTP, ijazah, dan transkip nilai untuk diunggah di portal tersebut.

    Rencananya, pengumuman hasil validasi dokumen administrasi pada tanggal 14 Oktober 2018. Apabila terjadi perubahan jadwal, akan diinformasikan lebih lanjut melalui laman khusus penerimaan CPNS Kemenperin yaitu http://rekrutmen.kemenperin.go.id.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.