Menteri Amran Undang KPK ke Kantornya, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ( kanan) meninjau arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. Arena pacuan untuk Asian Games 2018 memilik luas lahan 35 hektare selain itu memiliki jalur berkuda, 160 unit kandang, dan 920 kursi penonton. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ( kanan) meninjau arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. Arena pacuan untuk Asian Games 2018 memilik luas lahan 35 hektare selain itu memiliki jalur berkuda, 160 unit kandang, dan 920 kursi penonton. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan hari ini tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK datang ke kantornya. Amran mengatakan kedatangan KPK tersebut merupakan untuk memenuhi undangan dari Kementerian Pertanian.

    "KPK kami undang ke Kementerian Pertanian untuk pencegahan anggaran yang sudah disalurkan agar tidak dikorupsi, khususnya alat mesin pertanian," kata Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa, 25 September 2018.

    Amran ingin semua pegawai Kementerian Pertanian terbebas dari korupsi. "Kami ingin dicegah dari awal, kami ingin teman-teman di Kementerian Pertanian terbebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme sehingga mengundang khusus tim dari KPK," ujar Amran.

    Dia mengatakan sudah pernah meneken kerja sama dengan Ketua KPK Agus Rahardjo pada 2016. Saat ini juga ada tim dari KPK yang terdiri dari empat orang akan fokus pada masalah pangan. "Satgas pangan yang di dalamnya ada KPK telah berkantor di Kementerian Pertanian," kata Amran.

    Amran mengatakan pembahasan hari ini dengan KPK lebih ditekankan kepada pencegahan korupsi mesin-mesin pertanian. "Kami ingin staf diawasi, seluruh personil diawasi. Tadi kami fokus pada alat mesin pertanian yang ada di Kementerian Pertanian," kata Amran.

    Amran mengatakan terdapat ratusan alat pertanian yang didistribusikan oleh Kementerian Pertanian. Dia ingin penyaluran tersebut tepat sasaran sesuai keinginan petani-petani Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?