Dari Mana Sumber Data Kemiskinan di Video Viral Khong Guan?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biskuit Khong Guan. Dok TEMPO/Santirta M

    Biskuit Khong Guan. Dok TEMPO/Santirta M

    TEMPO.CO, Jakarta - Video viral di media sosial berdurasi 1 menit 50 detik dengan adegan mirip logo kaleng Khong Guan menjelaskan angka kemiskinan dan pengangguran di era pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Data tersebut sama dengan yang diungkap dalam jumpa pers Badan Pusat Statistik pada Mei dan Juli 2018.

    Baca juga: Video Viral Keluarga Khong Guan Soal Angka Kemiskinan Era Jokowi

    Dalam video viral Khong Guan, kedua anak itu malu akan cibiran netizen soal sosok ayah yang tidak pernah ditampilkan dalam logo Khong Guan. Tokoh ibu dalam video tersebut ingin menyampaikan alasan mengapa sosok ayah tak pernah ada dalam gambar itu. “Sebenarnya Ibu ingin mengatakan yang sesungguhnya pada kalian tapi ibu takut. Ibu takut dibilang kampanye. ayahmu sekarang tidak nganggur lagi, Nak,” ujarnya dalam video itu.

    Dalam video itu, sang ibu mengatakan bahwa sang ayah bekerja sehingga berhasil menurunkan angka pengangguran hingga 5,13 persen. Selain itu, sang ayah juga berhasil mengurangi angka kemiskinan hingga satu digit yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah.

    Untuk data kemiskinan, data tersebut sama dengan yang diungkap BPS pada konferensi pers 16 Juli 2018. Data BPS menyatakan tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 9,82 persen. "Maret 2018 pertama kalinya persentase kemiskinan satu digit, ini terendah," kata Kepala BPS Suhariyanto, 16 Juli 2018.

    Suhariyanto menjelaskan, sejak 2002, kemiskinan di Indonesia berangsur menurun. Tahun ini, penduduk di bawah garis kemiskinan turun hingga 633,2 ribu orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2017, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan mencapai 26,58 juta orang. "Maret 2018 penduduk miskin berjumlah 25,95 juta orang," ujarnya.

    Adapun soal angka pengangguran yang diungkap video viral Khong Guan sama dengan data BPS saat konferensi pers Mei 2018. Dalam jumpa pers 7 Mei 2018, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah pengangguran dalam setahun terakhir berkurang 140 ribu orang. Hal ini sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka atau TPT yang turun dari 5,33 persen menjadi 5,13 persen (year-on-year) pada Februari 2018. Namun TPT masih didominasi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 8,92 persen.

    CHITRA PARAMAESTI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.