Kontroversi Budi Waseso: dari Cicak - Buaya Hingga Ancam Spekulan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Irjen Heru Winarko (kiri) dan Komjen Budi Waseso (kanan) saat konferensi pers di BNN, Cawang, Jakarta Timur, 5 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Kepala BNN Irjen Heru Winarko (kiri) dan Komjen Budi Waseso (kanan) saat konferensi pers di BNN, Cawang, Jakarta Timur, 5 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    3. Ribut Impor Beras dengan Menteri Perdagangan
    Budi Waseso kembali membuat kontroversi dengan menolak impor beras yang dilakukan Kementerian Perdagangan. Dia menyatakan gudang Bulog tak cukup untuk menyimpan beras impor. Budi Waseso bahkan mengusulkan agar kantor Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dijadikan gudang beras impor.

    Enggartiasto menyatakan bukan urusannya soal gudang Bulog. Pernyataan itu dibalas Budi Waseso. "Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Kan sama-sama negara," kata dia saat konferensi pers di gedung Bulog Rabu, 19 September 2018.

    4. Mengancam Mafia Beras
    Budi Waseso mengancam pengusaha yang mempermainkan komoditas beras sehingga mengganggu harga di pasaran. "Saya ini mantan Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal), saya punya jaringan, jangan main-main sama saya," kata Budi Waseso, Senin, 24 September 2018.

    Budi Waseso mengatakan ia sudah mengerti permainan beras di pasaran berdasarkan pengalamannya menangani kasus serupa saat menjadi aparat kepolisian. "Saya nggak mau bikin ramai, tapi kalau saya ditantang, saya buka benar-benar," ujarnya.

    KARTIKA ANGGRAENI | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.