Sabtu, 15 Desember 2018

PUPR: Integrasi Tol JORR Efektif Mulai 29 September 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam Ruas Tol Dalam Kota Akan Terhubung JORR

    Enam Ruas Tol Dalam Kota Akan Terhubung JORR

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mengumumkan integrasi tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road/JORR mulai berlaku efektif 29 September 2018 pukul 00.00 WIB.

    BACA: Tol Serpong - Cinere, Ini Protes Warga Villa Asri Pondok Cabe

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja  menyatakan, hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 710/KPTS/M/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri PUPR No. 382/KPTS/M/2018. Pernyataannya diungkapkan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

    Keputusan itu tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, Tarif, dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren - Ulujami.

    BACA:Bambang Brodjonegoro: Berhenti Membangun Tol, tapi Berbasis Rel

    Endra menjelaskan, kebijakan ini untuk mendorong terwujudnya sistem transportasi nasional yang efektif dan efisien untuk memperlancar mobilitas manusia, barang dan jasa.

    Hal ini juga untuk mendukung sistem logistik nasional, peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan persiapan menuju transaksi tol menerus atau "multi lane free flow"  atau MLFF pada 2019.

    Sebelum diberlakukan, kata Endra, pemerintah meminta empat badan usaha jalan tol atau BUJT di ruas JORR yakni PT. Jasa Marga, PT. Jakarta Lingkarbarat Satu, PT. Marga Lingkar Jakarta dan PT. Hutama Karya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

    "Konsekuensi dari kebijakan ini adalah sistem transaksi menjadi terbuka atau pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi pada gerbang tol masuk (on-ramp payment)," katanya.

    Sedangkan sebelumnya, sistem transaksi tertutup yakni pengguna tol harus melakukan 2-3 kali transaksi untuk menggunakan tol JORR sepanjang 76 Km dan terdiri empat ruas tol dengan empat BUJT berbeda.

    Akibatnya, tarifnya menjadi rata-rata ruas tol tersebut dikalikan dengan penggunaan rata-rata jalan tol tersebut.

    "Untuk pengguna tol JORR jarak jauh akan diuntungkan dari perubahan tarif dibandingkan dengan pengguna tol jarak dekat," katanya.

    Satu tarif Endra memberikan contoh, pengguna tol akan dikenakan satu tarif untuk kendaraan golongan satu Rp15 ribu , kendaraan golongan 2 dan 3 dikenakan tarif sama yakni Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 juga membayar besaran tarif yang sama yakni Rp 30.000.

    Saat ini untuk kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan yang menuju Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok, golongan I membayar sebesar Rp 34.000 sedangkan kendaraan golongan V sebesar Rp 94.500.

    Artinya, setelah integrasi terdapat penurunan tarif tol yaitu tarif golongan I turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan V turun sebesar Rp64.500.

    Namun untuk pengguna ruas tol Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Pondok Aren tetap membayar sebesar Rp 3.000 untuk golongan I. Sedangkan kendaraan arah sebaliknya dari Pondok Aren menuju Ulujami dan JORR akan membayar tarif Rp15.000, dari sebelumnya sebesar Rp12.500.

    Integrasi transaksi tol sebelumnya juga telah dilakukan pada empat ruas tol yakni Jakarta-Palimanan-Brebes Timur (2016), Jakarta-Tangerang-Merak (2017), Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Semarang seksi ABC (2018).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.