Fakta Pendaftaran CPNS 2018, Waktu Mundur Hingga Ribuan Formasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendengarkan instruksi petugas sebelum dimulainya tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, 21 Oktober 2017. Sebanyak 793 CPNS mengikuti tes SKD dengan sistem Computer Assissted Test (CAT) yang dibagi dalam dua sesi. TEMPO/Fajar Januarta

    Peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendengarkan instruksi petugas sebelum dimulainya tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, 21 Oktober 2017. Sebanyak 793 CPNS mengikuti tes SKD dengan sistem Computer Assissted Test (CAT) yang dibagi dalam dua sesi. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kembali membuka pendataran CPNS 2018 atau calon pegawai negeri sipil 2018. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Wibisana, persiapan pembukaan pendaftaran hampir selesai. Namun ada beberapa persiapan yang belum selesai menjelang pembukaan pendaftaran melalui situs sscn.bkn.go.id pada 26 September mendatang.

    Baca juga: 8 Kementerian Buka Formasi Pendaftaran CPNS untuk Sarjana Hukum

    "Persiapan masih ada beberapa minor teknis yang perlu ditambah seperti kapasitas bandwith. Insya Allah bisa semua tanggal 26 September," ujar Bima kepada Tempo, Senin, 24 September 2018.

    Berikut adalah fakta-fakta seputar pendaftaran CPNS 2018.

    1. Waktu pendaftaran mundur.
    Pendaftaran CPNS 2018 diundur dari rencana semula 16 hingga 20 September 2018, menjadi 26 September 2018. Menurut Ridwan, mundurnya waktu pendaftaran karena ada lembaga yang belum memasukan data kebutuhan pegawai di situs BKN.

    Namun Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Wibisana optimistis pendaftaran tak akan diundur lagi. Meski demikian, dia mengakui ada pemerintah daerah dan kementerian lembaga yang belum selesai menyetor datanya ke Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

    "Per hari Minggu sore, 514 dari 525 Pemda sudah masuk ke SSCN dan 73 dari 76 Kementerian/Lembaga juga sudah masuk. Saya tidak hafal mana yang belum," ujar Bima kepada Tempo, Senin, 24 September 2018. Bima enggan mejelaskan apa konsekuensi apabila masih ada yang belum rampung memasukkan datanya ke SSCN hingga 26 September mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.