Selasa, 13 November 2018

Ma'ruf Amin: Ekonomi RI di 2024 Sudah Siap Tinggal Landas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin ingin membangun landas pacu bagi perekonomian Indonesia sehingga dapat segera masuk ke tahap tinggal landas menjadi negara maju. "Saya akan bantu Pak Jokowi, beliau sudah membuat patok-patok sejak 2014 untuk membangun Indonesia," kata Ma'ruf Amin saat menghadiri Deklarasi Arus Baru Muslimah di Balai Kartini Jakarta, Ahad malam, 23 September 2018.

    Baca: Ma'ruf Amin Ingin Pesantren Mendalami Ekonomi Syariah

    Ma'ruf berharap pada tahun 2024 Indonesia sudah berjalan secara mi'raj atau terbang, tidak boleh lagi jalan datar. Ia mengenalkan arus baru ekonomi Indonesia menuju Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera. "Saya bantu menyiapkan landasan supaya 2024 ketika kita mewariskan Indonesia sudah siap tinggal landas." 

    Menurut Ma'ruf, arus lama ekonomi Indonesia dengan membentuk konglomerat yang diharapkan akan meneteskan kesejahteraan ke bawah, ternyata tidak kunjung menetes. "Yang terjadi justru yang kuat makin kuat yang lemah makin lemah," katanya.

    Ma'ruf menilai saat ini perlu dibangun ekonomi kerakyatan yang memberikan keadilan ekonomi, menghilangkan disparitas antardaerah, menghilangkan disparitas produk lokal dengan produk global. "Menghilangkan kesenjangan bukan berarti melemahkan yang kuat, tapi membangun kolaborasi saling membantu sehingga yang kuat tetap kuat dan yang lemah menjadi kuat," katanya.

    Lebih jauh Ma'ruf menyebutkan disparitas produk lokal dan global harus diselesaikan sehingga Indonesia tidak terus menerus mengimpor yang menyebabkan kurs rupiah tertekan. "Produk lokal harus diberi nilai tambah. Misalnya coklat di Sulawesi Selatan cuma Rp 1.000 padahal setelah sampai di Singapura Rp 20.000," katanya.

    Tak hanya itu, Ma'ruf juga mencontohkan kopi Indonesia dijual ke asing hanya US$ 5 per kilogram dan begitu dijual kedai kopi asing harganya Rp 30.000 per cangkir. Menurut Ma'ruf, untuk meraih nilai tambah, Indonesia harus didukung dengan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia.

    Baca: Ma'ruf Amin, Kyai Bergelar Profesor Hukum Ekonomi Islam

    Ma'ruf menyebutkan Indonesia bisa maju jika tidak ada kerikil-kerikil atau becek becek yang mengganggu perjalanan. "Harus ada kondisi kondusif supaya bisa lepas landas, tidak ada konflik ideologi, pangkal kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Pancasila adalah titik temu seluruh elemen bangsa," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?