Asosiasi Logistik Sesalkan Integrasi Tol JORR Molor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 27_metro_JORR

    27_metro_JORR

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita menyesalkan lambatnya penerapan integrasi tarif Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pemberlakuan integrasi ini akan dimulai pada 29 September 2018, molor dari jadwal semula yaitu Juli 2018.

    Baca juga: Rincian Tarif Integrasi Tol JORR per 29 September

    "Dari awal kami sudah sangat mendukung aturan ini dan sangat menyesalkan sewaktu ditunda menjadi September," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 23 September 2018.

    Zaldy mengatakan, penyesuaian tarif dalam integrasi ini memang tidak akan berdampak banyak pada pengurangan biaya logistik. Tapi, integrasi ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Tol JORR. Lantaran selama ini, kemacetan menjadi faktor yang paling mempengaruhi biaya logistik, ketimbang tarif tol.

    Walau begitu, kata dia, pengurangan biaya logistik nantinya bisa diketahui setelah integrasi tarif Tol JORR mulai diterapkan. "Kalau tidak ada macet sama sekali akan sangat menguntungkan angkutan barang dan logistik," ujarnya.

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebelumnya telah menyatakan pemberlakuan integrasi tarif dimulai 29 September dan tidak akan diundur lagi. Nantinya, tarif jauh-dekat di Tol JORR akan berlaku tetap dengan perincian yaitu Rp 15.000 untuk kendaraan golongan 1, Rp 22.500 untuk golongan 2 dan 3, serta Rp 30.000 untuk golongan 4 dan 5.

    AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan integrasi tarif molor lantaran pemerintah dan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) masih mempertimbangkan serta mengkaji masukan masyarakat. "Khususnya soal ruas mana yang akan dimasukkan dalam skema integrasi Tol JORR," ujarnya.

    Sementara Media Relations Manager PT Jasa Marga, Herald Sinaga mengatakan penundaan integrasi tol JORR hingga dua bulan ini merupakan kesepakatan antara Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan sejumlah BUJT. "Perlu waktu sosialisasi yang lebih," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.