Selasa, 11 Desember 2018

Bantah Ratna Sarumpaet Soal Rp 23 T, Bank Dunia Bukan Bank Biasa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet usai persidangan pertama menggugat KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 September 2016. Tempo/Maya Ayu

    Ratna Sarumpaet usai persidangan pertama menggugat KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 September 2016. Tempo/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta -  Bank Dunia Kantor Perwakilan Jakarta membantah tuduhan Ratna Sarumpaet perihal transfer Rp 23,9 triliun ke rekening Ruben PS Marey. Dana itu diklaim Ratna untuk pembangunan dan mengatasi kemiskinan di Papua. Namun dana dari Bank Dunia itu, kata Ratna, telah diblokir pemerintah.

    aca juga: Komunitas Batak Sebut Ratna Sarumpaet Arogan

    Menurut Bank Dunia, pihaknya tak pernah melakukan transaksi keuangan dengan pihak perorangan. "Terkait dengan tuduhan yang keliru baru-baru ini bahwa Bank Dunia terlibat transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia, dengan ini Bank Dunia kantor Jakarta memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak benar," tulis Bank Dunia dalam keterangan resmi, Jumat, 21 September 2018.

    Bank Dunia merasa namanya dicatut dalam kasus ini. Bank Dunia pun memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam transaksi seperti yang disebutkan oleh Ruben.

    Selain itu, Bank Dunia bukanlah bank-bank seperti pada umumnya. "Bank Dunia bukan merupakan bank dalam arti yang biasa. Sistem keseluruhan dari Bank Dunia didesain dan dilaksanakan untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan serta mendukung pembangunan negara-negara berkembang di dunia, bukan dengan pihak perorangan," tulis keterangan tersebut.

    Sebelumnya, seorang warga bernama Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) untuk mengadukan soal dana senilai Rp23,9 triliun yang ada di rekeningnya raib.

    Ruben menyebutkan dana tersebut merupakan dana dari para donatur untuk pembangunan dan mengatasi kemiskinan di Papua. Ia juga mengatakan, dana tersebut ditransfer oleh World Bank (Bank Dunia) namun tidak masuk ke rekeningnya.

    Ruben pun menuding pemerintah melakukan pemblokiran sepihak atas dana yang tersimpan di salah satu bank di Indonesia itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.