Bangun BLK di Pesantren, Pemerintah Siapkan Rp 1 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Narapidana saat membuat roti digedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Lapas Narkotika Klas IIA Cipinang, Jakarta, (17/12). Narapidana yang bekerja di BLK ini diberi upah setiap bulannya sekitar satu juta rupiah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Narapidana saat membuat roti digedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Lapas Narkotika Klas IIA Cipinang, Jakarta, (17/12). Narapidana yang bekerja di BLK ini diberi upah setiap bulannya sekitar satu juta rupiah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyiapkan Rp 1 triliun untuk membangun Balai Latihan Kerja atau BLK komunitas di 1.000 pesantren. M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menuturkan program ini akan dimulai pada 2019 mendatang.

    Dengan estimasi dana yang disediakan maka setiap pesantren diperkirakan akan memperoleh dana pembangunan BLK sebesar Rp 1 miliar. Dia berharap akan terjadi percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

    "Pembangunan BLK komunitas ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM yang akan mulai digenjot pada 2019," kata Hanif saat memberikan sambutan pada acara Reuni Akbar ke-11 Pesantren Miftahul Huda Al Musri di Desa Ciendog, Ciranjang, Cianjur, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 22 September 2018.

    Untuk mendapatkan bantuan pembangunan, kata dia, maka pesantren cukup menyediakan lahan kosong yang dapat menampung gedung BLK. Setiap pesantren di Indonesia dapat mengajukan diri sebagai penerima bantuan.

    “Nantinya akan kami survey terutama lokasinya. Karena BLK ini membutuhkan lahan yang cukup besar sehingga memang perlu kita lakukan survey terlebih dulu,” kata menteri yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    Hanif berharap BLK komunitas mampu membantu pemerintah untuk mempercepat melakukan masifikasi peningkatan kompetensi masyarakat. Melalui BLK, pesantren juga menjadi ujung tombak mengatasi kesenjangan antara kebutuhan di pasar kerja dan kompetensi alumni pesantren.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.