HUT Pasar Modal Ke-41, BEI Gelar Lari dan Jalan Santai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Friderica Widyasari Dewi saat memberikan pidato peluncuran C-BEST untuk peningkatan performa transaksi pembayaran di pasar modal, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Friderica Widyasari Dewi saat memberikan pidato peluncuran C-BEST untuk peningkatan performa transaksi pembayaran di pasar modal, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia menggelar acara Fun Run dan Fun Walk dalam rangka merayakan hari jadi pasar modal yang ke-41 tahun di kawasan Sudirman Central Business District, Ahad, 23 September 2018.

    Baca juga: Rupiah Melemah, BEI Pasar Modal Masih Bagus

    "Pagi hari ini kita merayakan hari pasar modal ke-41. Ini barangkali ribuan," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso sebelum para peserta mulai berlari. Mengenakan kaos lari berwarna merah, Wimboh ikut berpartisipasi bersama Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas pasar modal OJK Hoesen, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, dan jajaran regulator pasar modal lainnya.

    Wimboh mengatakan acara itu digelar bukan hanya untuk memperingati hari pasar modal, namun juga dalam suasana pasca Asian Games 2018. "Ingin juga meramaikan asian games yang telah berlalu."

    OJK, menurut Wimboh, punya kepentingan membawa pasar modal lebih maju dan berkontribusi untuk perekonomian Indonesia. Selain itu, ia mengatakan kepentingan OJK juga untuk melindungi konsumen dan masyarakat. "Selamat Fun Walk dan Fun Run. Dengan ini harapannya bisa berkarya lebih maju," kata Wimboh.

    Pemerintah mengaktifkan kembali pasar modal Indonesia pada 10 Agustus 1977. Dalam memperingati 41 Tahun Diaktifkannya Kembali pasar modal Indonesia, tema yang diusung, yaitu “Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital”. Sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian nasional, Self-Regulatory Organization pasar modal turut berpartisipasi dalam menyokong infrastruktur di bidang digital dan teknologi melalui perkembangan dan pemutakhiran sistem di sepanjang 2018.

    Masing-masing SRO telah menerapkan generasi terbaru sistem utama masing-masing yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan JATS Next-G, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan The Central Depository and Book Entry Settlement System Next Generation (C-BEST Next-G). Penerapan teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah yang positif dalam peran ekonomi digital yang dijadikan prioritas Pemerintah RI.

    Melalui koordinasi dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI bersama dengan KPEI dan KSEI, pasar modal Indonesia diharapkan akan semakin efisien dari sisi sistem penunjang perdagangan efek yang terkini.

    Dari sisi nilai kapitalisasi, pasar modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2.52 juta kali, yakni pada tahun 1977 nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018, telah mencapai Rp6.870,7 triliun. Sementara itu, pada periode yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh 6.119 persen dari 98 poin pada tahun 1977 menjadi 6.094.83 pada 8 Agustus 2018.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.