Hati-Hati Penipuan Berkedok Petugas Pajak, Ini Imbauan dari Ditjen Pajak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajib pajak melaporkan SPT pajak di kantor pelayanan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Sri Mulyani mengingatkan pentingnya kesadaran yang baik bagi seluruh warga negara dalam menunaikan kewajiban perpajakan. TEMPO/Tony Hartawan

    Wajib pajak melaporkan SPT pajak di kantor pelayanan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Sri Mulyani mengingatkan pentingnya kesadaran yang baik bagi seluruh warga negara dalam menunaikan kewajiban perpajakan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Ditjen Pajak.

    BACA: Sri Mulyani: Hingga Agustus, Penerimaan Perpajakan Capai Rp 907 T

    Hestu mengatakan belakangan ini ada penipuan yang mengatasnamakan sebagai call center Ditjen Pajak, yang meminta informasi data nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan identitas lainnya kepada masyarakat.

    "Ditjen Pajak tidak melakukan permintaan informasi nomor KTP dan identitas lainnya melalui call center pajak," kata Hestu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 September 2018.

    BACA: Pajak Disesuaikan, Sri Mulyani: Harga Barang Impor Naik 20 Persen

    Hestu menjelaskan, Ditjen Pajak memiliki saluran komunikasi berupa Kring Pajak dengan nomor telepon (021) 1500200. Kontak tersebut akan menyampaikan informasi mengenai program dan layanan perpajakan.

    Selain itu, informasi mengenai perpajakan, kata Hestu, dapat diakses melalui www.pajak.go.id. "Berbagai informasi mengenai pajak, dapat dilihat di situs tersebut," kata Hestu.

    Jika ada oknum yang mengatas namakan Ditjen Pajak, Hestu menyarankan untuk segera menghubungi Kring Pajak. Hestu mengatakan, jika wajib pajak ingin memperbaiki data, dia mengimbau untuk segera menghubungi kantor pelayanan pajak terdekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.