Bank Indonesia Prediksi Sepanjang September 2018 Terjadi Deflasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga <i>deposit facility</i> 25 bps menjadi  4,75 persen dan suku bunga <i>lending facility</i> 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia atau BI, Perry Warjiyo memperkirakan sepanjang bulan September 2018 bakal terjadi deflasi. Deflasi ini, kata Perry, mengikuti deflasi yang telah terjadi pada Agustus 2018.

    Simak: Bunga Acuan Bank Indonesia Diprediksi Naik Dua Kali

    "Dari survei pemantauan harga sampai minggu kedua bulan September diperkirakan bulan ini masih deflasi 0,04 persen month to month dan 3,03 persen secara year on year," kata Perry ditemui usai menjalankan salat Jumat di area Gedung Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 21 September 2018.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pada Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen. Angka deflasi ini menyebabkan tahun kalender atau year to date tercatat 2,13 persen, sementara inflasi dari tahun ke tahun atau year on year 3,20 persen.

    Menurut BPS, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran yaitu bahan makanan sebesar 1,10 persen, kelompok sandang sebesar 0,07 persen dan transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen.

    Perry menjelaskan, faktor penyebab terjadinya deflasi adalah adanya kecenderungan harga bahan makanan yang masih menurun. Terutama untuk bahan makanan jenis daging, ayam dan telor yang masih turun serta harga beras juga masih stabil. Selain itu, dari sisi kebijakan penyediaan pasokan dan distribusi yang terus berjalan baik juga ikut mempengaruhi prediksi deflasi bulan ini.

    "Kondisi ini semakin menyakini bahwa target inflasi tahun ini 3,5 persen plus minus 1 persen akan tercapai, bahkan kecenderungan akan lebih rendah dari titik tengahnya," kata Perry.

    Bank Indonesia mencatat deflasi terjadi juga dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang bakal tetap terjaga. Baik ditingkat, konsumen, produsen maupun di pasar keuangan.

    Hal ini, lanjut Perry, karena kebijakan dari segi moneter dan fiskal maupun yang lain dalam mengendalikan permintaan tetap berjalan secara baik. Sehingga ekspektasi inflasi bisa terus terjaga stabil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.