Pelemahan Rupiah Tak Kendorkan Pertumbuhan Kredit Gadget

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ponsel terbaru iPhone XS (kiri) dan iPhone XS Max diperlihatkan di Steve Jobs Teater di Cupertino, California, 12 September 2018. iPhone XS dan XS Max dilengkapi dengan <i>chipset</i> 7-Nanometer A12 Bionic, yang mencakup kinerja dua </i>core</i>, 15 persen lebih cepat dari A11 dan empat <i>core</i> hingga 50 persen lebih efisien. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

    Ponsel terbaru iPhone XS (kiri) dan iPhone XS Max diperlihatkan di Steve Jobs Teater di Cupertino, California, 12 September 2018. iPhone XS dan XS Max dilengkapi dengan chipset 7-Nanometer A12 Bionic, yang mencakup kinerja dua core, 15 persen lebih cepat dari A11 dan empat core hingga 50 persen lebih efisien. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Meskipun nilai tukar rupiah sempat melemah akibat tekanan dollar, namun daya beli masyarakat untuk sektor konsumtif non-pangan dinilai tak banyak terpengaruh.

    Baca: Rupiah Loyo, Pengusaha Ini Sebut Warga RI Tak Pantas Beli Hermes

    Hal ini ditunjukkan salah satunya dengan tingginya permintaan barang oleh masyarakat secara kontan ataupun kredit terhadap produk-produk tertentu. Salah satunya seperti tingginya minat masyarakat terhadap barang elektronik dan gadget.

    "Permintaan transaksi untuk kredit gadget dan elektronik tahun ini justru lebih bagus dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujar Marketing Head Spektra Area DIY, Dhaneswara Putra Jumat 21 September 2018.

    Dhaneswara merinci peningkatan itu yakni dimulai pada semester I tahun 2018, transaksi kredit yang ditangani Spektra selaku anak usaha FIF Group di area DIY mencatatkan peningkatan hingga 65 persen lebih. Sebanyak 55 persen konsumen mengajukan kredit gadget, 25 persen barang elektronik, dan 10 persen furniture serta 10 persen laptop.

    Dhaneswara menuturkan pada tahun 2017 lalu, catatan kredit di DIY menunjukkan sedikit kelesuan akibat beberapa faktor. Selain karena minimnya promosi juga ada beberapa isu politik dan fluktuasi harga bahan bakar minyak ikut memicu.

    "Tahun ini justru di Yogya peningkatan transaksinya kredit cukup bagus dibanding kota lain," ujarnya. Di Yogya secara bulanan Spektra berhasil membekukan transaksi rata-rata Rp 2,5 miliar.

    Barang-barang elektronik terutama gadget dengan rentang harga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta menjadi yang paling banyak diburu dengan kredit.

    Dhaneswara menuturkan kalangan pekerja swasta menjadi kelompok paling banyak mengajukan kredit. "70 persen kredit kami disokong kelompok karyawan swasta," ujarnya.

    Departemen Head Marketing Spektra, Muliana Widjaja menambahkan, tahun 2018 ini, catatan cukup bagus berhasil mereka bukukan. Berbagai aktivitas promosi mereka lakukan untuk menggenjot transaksi. Seperti bulan September ini, pihaknya menyelenggarakan lagi program Spektra Meriah selama sepekan 18-23 September 2018 berkaca dari kesuksesan periode Maret 2018 lalu.

    Baca: Jelaskan Kondisi Rupiah, BI Pakai Analogi Sawah dan Air Irigasi

    “Kami optimis selama sepekan pameran ini bisa membukukan transaksi kredit senilai Rp 4 miliar,”  ujarnya.

    Simak berita tentang Rupiah hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.