Temui Jokowi, Amazon Siap Investasi Rp 14 Triliun di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono menerima plakat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. (dok. Humas MPR)

    Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono menerima plakat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. (dok. Humas MPR)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Vice President Amazon, Werner Vogels, menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pagi ini, Jumat, 21 September 2019. Dalam pertemuan itu, Amazon mengungkapkan keinginannya berinvestasi di Indonesia.

    Simak: Berkat Black Friday, Bos Amazon Jadi Orang Terkaya

    Sri Mulyani menuturkan, Amazon bakal menggelontorkan Rp 14 triliun untuk berinvestasi di Indonesia dalam waktu sepuluh tahun ke depan. Investasi mereka diawali dengan sistem layanan penyimpanan awan (cloud services).

    "Mereka menyampaikan investasi Rp 14 triliun di Indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan dimulai secara baik dari sisi cloud services yang mereka lakukan," kata Sri Mulyani seusai bertemu dengan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Untuk menunjang invenstasi tersebut terlaksana, kata Sri Mulyani, Jokowi ingin ada insentif yang bisa diberikan. "Arahannya kami diminta untuk menyelesaikan berbagai langkah-langkah yang bisa memungkinkan mereka merealisir investasinya," tuturnya.

    Selain itu, sejumlah isu terkait perpajakan segera diselesaikan. "Kayaknya sudah mau selesai semuanya," ucap Sri Mulyani.

    Sebelumnya, pihak Amazon pernah bertemu dengan Presiden Jokowi. Salah satunya saat kunjungan perwakilan Dewan Bisnis Amerika Serikat-Asean ke Istana Kepresidenan, Jakarta, 13 Maret 2018.

    Presiden Dewan Bisnis AS-Asean Alexander C. Feldman mengatakan dirinya membawa 41 perusahaan besar asal Amerika untuk mengunjungi Indonesia. Ia berujar 41 perusahaan yang dibawanya berasal dari pelbagai sektor. Mulai dari perusahaan minyak, gas, teknologi, kesehatan, hingga pariwisata. "Misalnya Procter dan Gamble, Axa, Coca-cola, Expedia, Cigna, Apple, dan Amazon," tuturnya saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.