Bank Dunia: Peluang Indonesia Alami Krisis Keuangan Relatif Kecil

Presiden World Bank atau Bank Dunia Jim Yong Kim mengunjungi sejumlah lokasi di Bali, Kamis, 5 Juli 2018. Dalam kunjungan itu, Kim didampingi oleh Menteri Kordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki.

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Dunia menilai peluang terjadi krisis keuangan di Indonesia relatif kecil meski berhadapan dengan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi akibat gejolak ekonomi global.

Baca: Luhut Resmikan Pusat Komando Pengamanan IMF - World Bank Meeting

"Pada 2018, Indonesia berada di posisi yang lebih kuat. Sekarang Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang lebih kuat," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo A Chaves saat peluncuran Laporan Kuartalan Ekonomi Indonesia di Jakarta, Kamis 20 September 2018.

Rodrigo menuturkan, ketidakpastian global yang meningkat akibat perang dagang memang telah menyebabkan keluarnya porfofolio dari pasar di negara berkembang termasuk Indonesia.

Keluarnya arus modal menyebabkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 121 basis poin di kuartal kedua hingga mencapai 8,2 persen. Rupiah pun terdepresiasi 4,8 persen terhadap dolar AS di kuartal kedua, ditambah 2,7 persen pada Juli dan Agustus.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya hingga 125 basis poin sejak Mei 2018 untuk merespon peningkatan volatilitas pasar keuangan global.

"Itu menjadi sinyal komitmen bank sentral terhadap stabilitas, meskipun inflasi 3,3 persen alias masih di bawah target Bank Indonesia," kata Rodrigo.

Lead Country Economist Bank Dunia Frederico Gil Sander, mengatakan walaupun pertumbuhan ekonomi masih menghadapi risiko penurunan, terjadinya gejolak krisis keuangan di Indonesia relatif minim seiring dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas.

"Risiko yang terkait dengan krisis keuangan di Indonesia tetap kecil karena koordinasi kebijakan yang kuat dan fundamental ekonomi yang juga lebih kuat, terutama jika dibandingkan dengan periode Taper Tantrum pada 2013 dan Krisis Keuangan Asia 1998," ujar Sander.

Sander menuturkan, Bank Indonesia memperketat kebijakan moneternya dengan menjaga perbedaan tingkat suku bunga acuannya dengan AS, sehingga diharapkan mampu "menjinakkan" terjadinya arus modal keluar.

Dari sisi pemerintah, defisit dan tingkat utang juga dijaga tetap rendah. "Yang terpenting, dengan fokus mempertahankan stabilitas, pemerintah diperkirakan akan melanjutkan kebijakan pengetatan untuk membendung arus modal keluar, bahkan jika itu membebani pertumbuhan," kata Sander.

Simak berita tentang Bank Dunia hanya di Tempo.co

ANTARA






Krisis Ekonomi di Pakistan, Mal dan Restoran Harus Tutup Lebih Awal

26 hari lalu

Krisis Ekonomi di Pakistan, Mal dan Restoran Harus Tutup Lebih Awal

Banyak orang Pakistan berbelanja di mal dan makan di restoran hingga tengah malam.


Terkini Bisnis: Mitigasi Cuaca Ekstrem, Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di RI Termahal

37 hari lalu

Terkini Bisnis: Mitigasi Cuaca Ekstrem, Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di RI Termahal

Kemenhub menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk antisipasi menyusul adanya perkiraan cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia.


Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

37 hari lalu

Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

Bank Dunia menyebut ada tiga alasan harga beras di Indonesia lebih mahal dari sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara.


Bapanas, Kemendag, dan Kementan Bantah Laporan Bank Dunia Soal Harga Beras Indonesia Termahal se-ASEAN

40 hari lalu

Bapanas, Kemendag, dan Kementan Bantah Laporan Bank Dunia Soal Harga Beras Indonesia Termahal se-ASEAN

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga tak sepakat dengan data yang disodorkan Bank Dunia soal harga beras Indonesia.


Harga Beras Indonesia Disebut Termahal Se-ASEAN, Kemendag Singgung soal Tren Akhir Tahun dan...

42 hari lalu

Harga Beras Indonesia Disebut Termahal Se-ASEAN, Kemendag Singgung soal Tren Akhir Tahun dan...

Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara soal harga beras Indonesia yang dinilai Bank Dunia sebagai harga paling mahal se-ASEAN.


Bank Dunia Sebut Impor Kerek Harga Beras RI jadi Termahal di Asia Tenggara, Respons Mentan?

42 hari lalu

Bank Dunia Sebut Impor Kerek Harga Beras RI jadi Termahal di Asia Tenggara, Respons Mentan?

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka suara soal laporan Bank Dunia yang menyebutkan harga beras di Indonesia termahal di Asia Tenggara.


Ini Alasan Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun Depan Tak Sampai 5 Persen

47 hari lalu

Ini Alasan Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun Depan Tak Sampai 5 Persen

Ekonomi Indonesia pada 2023 diproyeksikan tumbuh melambat dibandingkan dengan tahun ini sejalan dengan pelambatan ekonomi global.


Ghana Akan Bereskan Utang Dalam Negeri untuk Mengakhiri Krisis Ekonomi

56 hari lalu

Ghana Akan Bereskan Utang Dalam Negeri untuk Mengakhiri Krisis Ekonomi

Ghana akan meluncurkan swap domestic debt untuk membantu memulihkan stabilitas ekonomi makro, mengakhiri utang dan krisis ekonomi terburuk di Ghana


Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

58 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


CORE Minta Pemerintah Tak Jorjoran Beri BLT: Kita Butuh Stimulus Kebijakan

30 November 2022

CORE Minta Pemerintah Tak Jorjoran Beri BLT: Kita Butuh Stimulus Kebijakan

Selain BLT, menurut Hendri, pemerintah mesti membuat kebijakan yang mendorong perputaran ekonomi.