Kebutuhan Pangan Bali Bakal Naik 20 Persen Selama Pertemuan IMF

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Hindu menyiapkan sesajen dan perlengkapan upacara Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pura Besakih, Karangasem, Bali, 16 Maret 2018. Upacara untuk menyucikan alam tersebut dipusatkan di Pura terbesar di Bali itu dan digelar secara bersamaan juga di seluruh desa adat di Pulau Dewata. ANTARA

    Sejumlah umat Hindu menyiapkan sesajen dan perlengkapan upacara Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pura Besakih, Karangasem, Bali, 16 Maret 2018. Upacara untuk menyucikan alam tersebut dipusatkan di Pura terbesar di Bali itu dan digelar secara bersamaan juga di seluruh desa adat di Pulau Dewata. ANTARA

    TEMPO.CODENPASAR - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bali I Wayan Mardiana memprediksi akan ada 20% peningkatan kebutuhan pangan di Pulau Dewata selama gelaran IMF - WB 2018. 

    Simak: IMF Memuji Ekonomi RI yang Tahan Banting

    Menurutnya, walaupun terjadi peningkatan kebutuhan pangan, Bali masih bisa mencukupinya. Beberapa produk pangan produksi lokal masih surplus walaupun terjadi peningkatan kebutuhan.

    Menurut Wayan, hanya telur dan bawang putih yang mengalami defisit produksi sehingga mendapat kiriman dari Jawa. Ketersediaan bawang putih hanya 424 ton atau 6% dari kebutuhan 6.380 ton. Kebutuhan telur ayam sebanyak 431.920 ton sedangkan ketersedian dari produksi lokal hanya 11% atau 50.975 ton.

    "Kami jamin semua ketersediaannya," kata Wayan kepada Bisnis.com, Kamis 20 September 2018.

    Untuk kebutuhan beras, misalnya, Bali masih memiliki stok sebanyak 18.000 ton. Sementara, total konsumsi penduduk lokal dan wisatawan selama setahun hanya 415.944 ton. Per tahunnya Bali juga mampu memproduksi 470.151 ton beras. 

    Begitu juga dengan produk pangan lain, seperti gula yang diprediksi surplus 34.029 ton selama setahun pada 2018 lantaran produksi mencapai 61.200 ton. Minyak goreng juga diprediksi masih surplus 3.293 liter pada 2018 dengan produksi selama setahun 48.340 liter dan kebutuhan hanya 45.047 liter. 

    Bawang merah juga surplus 8.000 ton dengan kebutuhan hanya 2.000 ton pada kondisi normal selama setahun dengan produksi bisa mencapai 10.000 ton pada periode sama. Cabai merah juga surplus 12.072 ton dengan kebutuhan selama setahun hanya 693 ton dari produksi 12.765 ton selama periode sama.

    Wayan menambahkan, selain menjamin ketersediaan pangan, pihaknya juga akan memastikan keamanan pangan tersebut. Terlebih akan ada beberapa produk pangan lokal Bbali seperti buah, sayur, maupun daging yang akan dikonsumsi para delegasi IMF - WB 2018. Sehingga pihaknya juga akan mengadakan pengecekan dalam waktu dekat. 

    "Keamanan pangan kita jangan sampai ada isu para delegasi ada wabah korela atau diare karena konsumsi pangan tidak sehat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.