Moeldoko: Indonesia Tetap Butuh Impor Beras

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso mempersoalkan impor beras dua juta ton di tengah kondisi yang menurut dia surplus beras.

    Kepala Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso mempersoalkan impor beras dua juta ton di tengah kondisi yang menurut dia surplus beras. "Kita harus impor untuk apa, nalarnya kan begitu," ujarnya pada Selasa, 18 September 2018. HENDARTYO HANGGI

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan impor beras masih dibutuhkan oleh Indonesia. Sebab, produksi beras dalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan nasional. Hal itu, kata Moeldoko, terjadi karena adanya penyusutan lahan sebesar 24 persen secara alamiah. Lahan pertanian juga berkurang lantaran adanya pembangunan jalan tol, pembukaan kawasan industri, dan kawasan perumahan yang berkembang cepat.

    Baca: Budi Waseso - Enggar Ribut Soal Impor Beras, Jokowi Akan Jelaskan

    Selain itu, Moeldoko menilai bahwa faktor cuaca juga mempengaruhi produktivitas, sehingga pemerintah masih memerlukan impor. Persoalannya, Moeldoko berujar, impor tidak boleh dilakukan saat petani mau panen.

    "Kalau memang ada indikasi bahwa cadangan nasional beras itu tidak mencukupi. Karena kita bisa berhitung bahwa kebutuhan nasional kita itu 2,4 juta ton per bulan. Jadi kalau sudah ini bahaya, mepet, harus ada upaya-upaya," ujar dia.

    Kementerian Perdagangan dan Bulog bersitegang dalam urusan impor beras. Bulog berkukuh bahwa impor beras tak perlu dilakukan. Sebaliknya, Kementerian Perdagangan menyebutkan impor beras tetap berjalan.

    Moeldoko mengatakan penyebab perseteruan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tentang impor beras. "Sebenarnya masalah komunikasi," kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 20 September 2018.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menginstruksikan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution untuk mengundang Budi Waseso dan Enggar untuk duduk bersama. "Sebentar lagi mau diundang oleh Menko Perekonomian untuk duduk sama-sama. Enggak boleh begitu, semua harus terkoordinasi dengan baik," katanya.

    Moeldoko mengatakan, secara realitas, Indonesia masih perlu impor beras. Menurut Enggar, keputusan impor diambil karena kemampuan produksi dalam negeri yang masih rendah. Hal itu diputuskan dalam rakor yang dihadiri Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Bulog.

    Baca: Gudang Bulog Penuh, Mendag: Itu Urusan Bulog

    Adapun Budi Waseso mengatakan bahwa stok beras aman hingga Juli 2019, sehingga tidak perlu impor beras. Menurut dia, stok beras nasional masih surplus, meskipun dalam kondisi cuaca kering seperti sekarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.