Budi Waseso Persoalkan Impor Beras, Enggartiasto Tetap Santai

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada kunjungannya ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta, 9 Februari 2018, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penjelasan terkait kebijakan impor beras dan komoditas baru yang mampu menambah nilai ekspor.

    Pada kunjungannya ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta, 9 Februari 2018, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penjelasan terkait kebijakan impor beras dan komoditas baru yang mampu menambah nilai ekspor.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menanggapi santai soal pernyataan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso terkait impor beras hingga 2 juta ton yang belum dibutuhkan. 

    Baca: Dirut Bulog Akui Beras Operasi Pasar Tak Terserap Maksimal

    "Enggak apa-apa. Jangan diperpanjang," kata Enggar di kawasan pabrik tempe, Jakarta Barat, Rabu, 19 September 2018. "Yang pasti, rapat koordinasi memutuskan jumlah total itu dua juta ton. Itu keputusan rakor, bukan saya." 

    Enggartiasto menjelaskan keputusan dalam rakor yang dihadiri oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog sudah sesuai dengan peraturan. Keputusan impor tersebut diambil karena kemampuan produksi dalam negeri yang masih rendah. "Rakor memutuskan sesuai dengan PP, dengan Perpres, ya saya keluarkan surat tugas," kata dia. 

    Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso sebelumnya mengatakan sampai Juli 2019 stok beras aman sehingga tidak perlu impor. "Sampai tadi malam jam 23.00 hasil hitung-hitungan teman-teman dari BIN, Kepolisian, dan orang yang paham, hasil keputusannya sampai Juli 2019 kita tidak perlu impor beras," kata Budi Waseso saat menyampaikan sambutan pada peluncuran Politeknik Pembangunan Pertanian di Bogor, Jawa Barat, Selasa 18 September 2018.

    Menurut Budi Waseso atau yang sering disapa Buwas, sampai saat ini stok beras nasional masih surplus, meskipun dalam kondisi cuaca kering seperti sekarang. Dari hasil hitungan pemerintah stok beras aman sampai Juli 2019. "Ini bukan kata saya, kata teman-teman. Kalau sudah kata BIN itu, masa saya harus impor," katanya.

    Buwas juga mengklarifikasi terkait polemik antara dirinya dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. "Sebenarnya bukan polemik, saya cuma punya pertanyaan dan perlu jawaban. Kalau polemik untuk apa, saya bukan menteri, saya ini pelaksana di lapangan," katanya. Menurut Budi Waseso, dirinya melihat sendiri bahwa kondisi beras sudah surplus, walau belum banyak.

    Budi Waseso juga mengaku heran ada yang tidak bangga ketika terjadi surplus pangan. Bahkan, kata dia, beras impor yang ada di Bulog itu tidak keluar sama sekali atau tidak terserap. Akibatnya mutunya bisa turun karena disimpan terlalu lama.

    Baca: Budi Waseso - Enggar Ribut Soal Impor Beras, Jokowi Akan Jelaskan

    "Kita harus impor untuk apa, nalarnya kan begitu," ujarnya. Budi mengakui dirinya bukan berlatarbelakang bidang pertanian. Namun sejak lama dirinya selalu mengikuti masalah pertanian, ketika masih menjadi anggota kepolisian.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.