Selasa, 17 September 2019

Ratusan Ojek Grab Demo, Tiga Tuntutannya Bernama Trisula Garda

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengemudi ojek online Grab konvoi menuju kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua atau Garda Igun Wicaksono menyebutkan sebelumnya tarif dasar Rp 1.500 per kilometer, tapi belakangan diturunkan lagi oleh aplikator. TEMPO/Subekti

    Ratusan pengemudi ojek online Grab konvoi menuju kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua atau Garda Igun Wicaksono menyebutkan sebelumnya tarif dasar Rp 1.500 per kilometer, tapi belakangan diturunkan lagi oleh aplikator. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua atau Garda Igun Wicaksono menyampaikan tiga tuntutan dari para pengemudi ojek online Grab kepada manajemen Grab Indonesia. Tiga tuntutan tersebut disuarakan dalam aksi demo yang hari ini dilakukan ratusan pengemudi ojek Grab di depan Kantor Pusat Grab, Gedung Lippo, Kuningan, Jakarta Selatan.

    BACA: Ratusan Ojek Online Demo, Tuntut Bos Grab Temui Massa

    "Ini trisula garda, itu artinya kami punya tiga tuntutan terhadap manajemen," kata Igun yang juga koordinator aksi saat ditemui di sela-sela demo, Rabu, 19 September 2018. Lokasi persis demo berada di Jalan Perbanas yang terletak di samping Gedung Lippo dan Plaza Setiabudi.

    Pertama, kata Igun, para pendemo menuntut agar ada perjanjian kemitraan yang adil dan transparan antara aplikator dengan mitra pengemudi. "Jangan sepihak tapi harusnya melibatkan kami," ucapnya.

    Kedua, pendemo menuntut penyesuaian tarif yang dulunya mencapai Rp 3000-4000 per kilometer, namun saat ini hanya Rp 1200 sampai Rp 1500 per kiloneter. "Kami ingin tarif bisa seperti dulu." Alasannya, kata dia, biaya produksi dari jasa Grab selama ini ditanggung oleh mitra pengemudi, mulai dari makan dam minum hingga bensin untuk kendaraan.

    Ketiga, pendemo menuntut dihapuskannya komisi 20 persen yang diterapkan manajemen Grab pada setiap transaksi. 20 persen ini adalah besaran komisi yang diambil perusahaan, sisanya untuk pengemudi. "Kami mohon agar dihilangkan atau setidaknya dikurangi minimal setengahnya," ujar Igun.

    BACA: Mahkamah Agung Cabut Aturan Taksi Online, Ini Tanggapan Grab

    Menanggapi hal tersebut, Managing Director Grab Ridzki Kramadibrata sebelumnya telah mengatakan tuntutan pengemudi yang ingin menaikkan tarif sampai dua kali lipat justru dapat merugikan pihak pengemudi sendiri. "Menurut saya itu sudah jelas. Semua juga sudah tahu tuntutan menaikkan tarif itu terlalu tinggi. Kami kan memikirkan mitra pengemudi dan penumpang," kata Ridzki di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 18 September 2018.

    Dari pantauan Tempo, ratusan pengemudi Grab dengan seragam kerja mulai melakukan aksi sejak pukul 13.30 WIB. Sebanyak 270 aparat kepolisian diturunkan untuk mengamankan jalannya demo. Hingga pukul 15.00 WIB, demo masih terus berlangsung sehingga Jalan Perbanas belum bisa dilalui kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.