Budi Waseso Diminta Mengajar Anti Mafia di Politeknik Pertanian

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso (tengah) saat berdiskusi dengan awak media di kantornya, Jalan Jend. Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso (tengah) saat berdiskusi dengan awak media di kantornya, Jalan Jend. Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Bogor -Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta Direktur Badan Logistik atau Bulog, Budi Waseso untuk menjadi pengajar di Politeknik Pembangunan Pertanian atau Polbangtan. Permintaan itu disampaikannya secara langsung pada saat menyampaikan sambutan peluncuran Polbangtan di Kota Bogor, Selasa, 18 September 2018.

    BACA: Gudang Bulog Penuh, Mendag: Itu Urusan Bulog

    "Perlu disisipkan ada mata kuliah anti mafia, belum ada mata kuliah seperti ini, nanti dosennya Pak Buwas (Budi Waseso-red) kita undang," kata Mentan. Buwas diminta untuk mengisi kuliah umum, mengenalkan kepada mahasiswa Polbangtan tentang bagaimana pertanian dari sudut pandangnya sebagai Direktur Bulog yang berlatar belakang kepolisian.

    "Minimal pengenalan, mengenalkan lebih awal bagaimana kita menekan, mengatur supaya mafia tidak bergerak di sektor pangan," katanya. Sebelumnya, Mentan telah meluncurkan Polbangtan yang merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) yang ada di enam wilayah di Indonesia.

    BACA: Menteri Amran Sulaiman Bantah Data Beras Antarlembaga Tak Sesuai

    Polbangtan diharapkan menjadi agen perubahan di sektor pertanian, bagaimana menghadapi tantangan dan memecah isu yang ada terjadi di tengah dinamika saat ini. Menurut Mentan, transformasi STPP menjadi Polbangtan mengalami lompatan besar dalam menghasilkan SDM pertanian yang mandiri, profesional dan berdaya saing.

    "Peminat Polbangtan ini tidak main-main, dari 2.600 menjadi 13.200 peminat, ada kenaikan 2.300 persen yang mendaftar di Polbangtan, sementara yang kita terima baru 1.000 orang," katanya.

    Selain meminta Buwas menjadi pengajar di Polbangtan, Mentan juga menawarkan diri siap untuk membagi ilmunya kepada mahasiswa tanpa harus digaji.

    Semua ini dilakukan karena dirinya menaruh harapan besar Polbangtan menjadi jembatan bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia. "Saya ingin Polbangtan menjadi politeknik terbaik dunia, kalau bisa berstandar internasional," katanya.

    Untuk mewujudkan hal itu, dirinya akan mengirim para direktur Polbangtan untuk studi ke negara-negara lain dalam rangka meningkatkan kapasitasnya. Tidak hanya itu, Mentan juga mengerahkan para profesor dan doktor yang ada di Badan Litbang Pertanian untuk mengajar di Polbangtan.

    "Ada 1.200 profesor dan doktor di Litbang, wajibkan belajar di Polbangtan. Kami ingin politeknik terbaik. Pendidikan di politeknik 70 persennya praktek," ujarnya. Peluncuran Polbangtan menandai diresmikannya transformasi STPP menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian.

    Total ada enam Polbangtan yang Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Medan, Polbangtan Goa, Polbantan Malang, dan Polbangtan Manokowari.

    Sementara itu, Direktur Bulog, Budi Waseso yang hadir dalam peluncuran Polbangtan mengatakan, sudah lama mengikuti pertanian sejak dirinya masih di kepolisian. Selama bertugas di kepolisian selalu berada di lokasi yang terdapat pertaniannya.

    Budi Waseso mengapresiasi upaya Mentan yang telah berjuang di sektor pertanian, dan meresmikan Polbangtan. "Polbangtan sebagai jawaban dari ketahanan pangan Indonesia. Saya yakini itu," kata mantan Kepala BNN.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.