Besok, 50 Ribu Pengemudi Grab Bike Akan Demo di 2 Titik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grabbike

    Grabbike

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, mengatakan sekitar 50 ribu pengendara ojek online dari Grab akan melakukan demonstrasi pada esok hari, Rabu, 19 September 2018. Demo yang diantaranya untuk menuntut kenaikan tarif itu rencananya dilakukan di dua titik di Jakarta.

    Baca: Go-Jek Ekspansi Hingga ke Vietnam, Bagaimana dengan Grab?

    "Jam 12.00 siang, kami akan demo di Kantor Operasional Grab Indonesia daerah Bendungan Hilir, kemudian akan dilanjutkan di kantor pusat Grab di Gedung Lippo Kuningan," kata Igun kepada Tempo, Selasa, 18 September 2018.

    Para pengemudi ojek online itu menuntut soal tarif yang diturunkan oleh aplikator Grab Indonesia. Igun menyebutkan sebelumnya tarif dasar Rp 1.500 per kilometer, namun belakangan diturunkan lagi oleh aplikator. "Semenjak pelaksanaan Asian Games turun jadi Rp 1.200  hingga kini," tutur Igun.

    Turunnya harga tarif dasar membuat Igun dan pengemudi ojek lainnya berdemonstrasi di depan kantor Grab Indonesia. Jika permintaan tidak dikabulkan, maka Garda akan melakukan demo dengan skala lebih luas dan lebih sering.

    Igun mengaku bahwa rencana demonstrasi tersebut sudah dilaporkan oleh pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Kami akan ikuti arahan Kepolisian, khususnya Ditlantas Polda Metro Jaya," ucapnya.

    Menanggapi hal tersebut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan tuntutan pengemudi yang ingin menaikkan tarif sampai dua kali lipat justru dapat merugikan pihak pengemudi sendiri. "Menurut saya itu sudah jelas. Semua juga sudah tau tuntutan naikkin tarif itu terlalu tinggi. Kita kan memikirkan mitra pengemudi dan penumpang," kata Ridzki di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 18 September 2018.

    Ridzki menilai jika tarif dinaikkan pihak yang paling dirugikan nantinya adalah pengemudi. Sebab, masyarakat tidak akan mengambil ojek online dengan tarif yang tinggi. "Kalau enggak ada order gimana?" ujarnya.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi sebelumnya menuturkan persoalan ojek online yang kerap melakukan demo adalah terkait tarif. "Sebelumnya mereka mendapatkan order yang banyak tetapi sekarang menurun. Itu berdampak dengan pemasukannya," ujar Budi, Senin, 17 September 2018.

    Untuk melihat permasalahan ini, Budi menuturkan sudah memanggil aliansi pengendara ojek online. Menurut aliansi tersebut, dalam keadaan saat ini mereka tetap mendapatkan pemasukan setidaknya Rp 250 ribu per hari.

    Baca: Ini Strategi Grab Indonesia Berantas Jual-Beli Akun Driver Online

    Menurut Budi, para pengendara online tetap dapat mendapatkan pendapatan yang sesuai asal mereka mau bekerja keras. "Kalau bekerja baik dapetnya Rp 250 ribu sehari, jadi dia bekerja serius, bekerja baik, dan menekuni pekerjaan," kata dia.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.