Berkunjung ke Pasar Seberang Ulu, Sandiaga Dengar Curhat Halimah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cawapres Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Beringharjo dalam lawatannya ke Yogya Kamis, 30 Agsutus 2018. Tempo/ Pribadi Wicaksono

    Bakal Cawapres Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Beringharjo dalam lawatannya ke Yogya Kamis, 30 Agsutus 2018. Tempo/ Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Palembang - Calon wakil presiden Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Pasar Seberang Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, hari ini mendengar curahan hati (curhat) dari sejumlah pedagang. Seorang ibu penjual sayur mayur bernama Halimah, misalnya, menangis di hadapan Sandiaga ketika menceritakan kesulitannya dalam berdagang belakangan ini.

    Baca: Setelah Ibu Lia, Sandiaga Ceritakan Keluhan Ibu Isni dari Medan

    "Tadi Ibu Halimah menangis di hadapan saya. Dia menceritakan betapa sulitnya sekarang mencari keuntungan dari menjual sayuran," kata Sandiaga, Selasa, 18 September 2018.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa dirinya tidak hanya sekal ini mendengar keluhan dari pedagang seperti Halimah yang juga mengeluhkan hal serupa. Bahkan, mereka harus bekerja lebih keras lagi agar dagangannya bisa laku.

    ADVERTISEMENT

    Dari sekian banyak keluhan para pedagang itu pula, Sandiaga mengaku tergerak untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat jika dirinya terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 2019 - 2024. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas perekonomian secara mikro bisa berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya pedagang UMKM dan masyarakat akar rumput atau mereka yang termarginalkan.

    Usai beberapa kali menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari para pedagang pasar tradisional, Sandiaga berharap "kue" pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang positif mampu dirasakan dampaknya secara merata. Artinya, hasil pembangunan itu diharapkan bisa dirasakan bersama-sama oleh seluruh bangsa Indonesia.

    Sebelumnya Sandiaga menceritakan keluhan sejumlah ibu-ibu dari berbagai tempat yang dikunjungi sebelumnya terkait pelemahan kurs rupiah yang berdampak pada lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Ibu Lia dari Pekanbaru, misalnya curhat soal cekcok dengan suaminya karena uang belanja Rp 100 ribu hanya bisa untuk membeli bawang dan cabai. 

    Belakangan kisah Ibu Lia yang disampaikan Sandiaga ini berkembang viral diperbincangkan di banyak media sosial. Akibat cerita ini pula kemudian belakangan muncul gerakan #100ribudapatapa.

    Ada juga keluhan Ibu Isni dari Medan yang berharap harga kebutuhan sandang dan papan dapat turun, sehingga terjangkau oleh isi kantong emak-emak. "Kalau bisa tagihan biaya hidup lainnya bisa diturunin, khususnya listrik dan air bersih," ujar Ibu Isni. 

    Baca: Sandiaga Persoalkan Lapangan Kerja, Ini Versi Lengkap Survei BI

    Dari Medan, Sandiaga juga mendengar curhat dari Ibu Epi yang mengeluhkan penjualan pakaian dalamnya menurun, bahkan dalam satu minggu belum ada satupun yang terjual. "Kenaikan harga kebutuhan pokok naik, daya beli masyarakat untuk bra menurun," ujar Sandiaga, Ahad, 16 September 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...