Kurs Rupiah Menguat Setelah Sempat Hampir Sentuh 15.000

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi (kedua kanan), Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri), Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kanan) menjadi pembicara pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin, 10 September 2018. Diskusi tersebut membahas tema

    Direktur Eksekutif Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi (kedua kanan), Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri), Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kanan) menjadi pembicara pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin, 10 September 2018. Diskusi tersebut membahas tema "Bersatu Untuk Rupiah". TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa, 18 September 2018. Pada pukul 16.15, kurs rupiah menguat 25 poin ke level 14.855 per dolar AS.

    Baca: Kemenkeu: Kurs Rupiah 2019 Bisa Capai Rp 14.700 per Dolar AS

    Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat melemah hampir menyentuh angka 15.000 per dolar AS. Pada pukul 13.39 WIB, rupiah melemah 35 poin ke level Rp14.915 per dolar AS. Namun selang beberapa menit kemudian, kurs rupiah menguat hingga ditutup di level 14.855 per dolar AS.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara yakin kurs rupiah bisa terus menguat. Kurs rupiah saat ini berada di bawah nilai sebenarnya. "Situasi yang dihadapi, yakni Rp 14.800-14900 di spot rate itu angka yang undervalue," ujar Suahasil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 18 September 2018.

    Melemahnya kurs rupiah, menurut Suahasil, akan berimbas pada menurunnya angka impor. Dengan demikian, beban neraca pembayaran diharapkan bisa ikut turun. "Defisit sudah lebih kecil, kita melihat mungkin ada penguatan tekanan mengecil, tapi tidak signifikan mengecil," kata Suahasil.

    BISNIS | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.