Sabtu, 15 Desember 2018

Kekecewaan Kwik Kian Gie ke Jokowi Berawal dari Buku

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kwik Kian Gie. Dok.TEMPO/ Wahyu Setiawan

    Kwik Kian Gie. Dok.TEMPO/ Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Kwik Kian Gie mengungkapkan dirinya telah membuat konsep pemikiran ekonomi Indonesia dan pernah mengajukan kepada Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, namun tidak direspons oleh keduanya.

    Baca: Pemikirannya Tak Direspons Jokowi, Kwik Kian Gie Gabung Prabowo

    "Saya menulis booklet dari tahun 2004, itu karena orientasi saya karena Megawati menjadi calon presiden," kata Kwik dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin malam, 17 September 2018.

    Kwik Kian Gie mengakui pernah menulis pemikirannya di bidang ekonomi dalam sebuah buku kecil di tahun 2004 berjudul platform presiden dan berharap pasangan calon dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2004 yang terpilih bisa memperhatikan bukunya itu.

    Namun, tidak ada pasangan calon dalam Pilpres tahun 2004 silam itu yang merespons, termasuk Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. "Tidak ada respons sama sekali, tidak ada perhatian sama sekali dari siapapun juga," ujarnya.

    Dia mengaku kembali menulis sebuah buku pada tahun 2009 namun hasilnya tetap sama, tidak ada yang meresponnya. Pada 2014 dia ingin memperbarui bukunya tersebut dengan keadaan saat itu namun urung dilakukan karena dianggapnya masih relevan.

    Kwik Kian Gie mengatakan kemungkinan Megawati saat itu mengasumsikan bahwa akan ada respon dari internal PDI Perjuangan namun tidak ada respon dari Sekjen maupun Litbang PDIP saat itu. "Nah lalu Prabowo yang mengajak saya berdiskusi, jadi logis kalau dengan sendirinya berbicara dengan Prabowo lebih dahulu," ujarnya.

    Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional era Presiden Megawati Soekarnoputri itu mengakui Prabowo memiliki perhatian yang besar dan intensif terkait masalah ekonomi karena catatan-catatannya terkait ekonomi dibaca satu-persatu dan ditandai serta dirinya diajak berdiskusi.

    Selain itu, Kwik Kian Gie menjelaskan dirinya juga pernah berbicara dan memberi masukan kepada Jokowi terkait konsep ekonomi Indonesia, ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta di 2012. "Saya mengatakan, bapak sekarang sudah jadi gubernur, sangat populer, tolong gunakan popularitas ini untuk kepentingan partai dan kepentingan negara ini, bicaranya jangan hanya urusan DKI Jakarta saja tetapi urusan negara," katanya.

    Baca: Sandiaga Klaim Kwik Kian Gie Sudah 5 Tahun Jadi Penasihatnya

    Kwik Kian Gie mengatakan dirinya sudah mengirimkan setumpuk konsep pemikiran ekonomi dan data dalam bentuk "hard copy" maupun "soft copy" kepada Jokowi namun tidak ada satu kata dan tidak ada reaksi dari Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.