Industri Perbankan Naikkan Suku Bunga Deposito

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga <i>deposit facility</i> 25 bps menjadi  4,75 persen dan suku bunga <i>lending facility</i> 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan bunga deposito perbankan terus berlanjut seiring dengan peningkatan suku bunga acuan dan bunga penjaminan simpanan. Kenaikan beban biaya dana pun tak terhindarkan dengan adanya kenaikan suku bunga tersebut.

    Baca: Bunga Deposito Bank Mandiri dan BTN Bakal Dinaikkan

    Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sampai dengan akhir Agustus, rata-rata suku bunga deposito rupiah tercatat pada level 4,81%, naik 9 bps dari bulan sebelumnya. Selain itu, rata-rata suku bunga minimum terpantau naik 5 bps menjadi 4,81%. 

    Di sisi lain, deposito valas mengalami kenaikan rata-rata 8 bps, sedangkan suku bunga rata-rata maksimal dan minimum naik 8 bps dan 13 bps. Kenaikan terjadi secara gradual di semua kelompok bank, tetapi didominasi oleh bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dan IV.

    Kenaikan bunga deposito terkonfirmasi dari pelaku industri perbankan. Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Taswin Zakaria mengatakan,kompetisi likuiditas cukup ketat saat ini. Terlebih lagi, secara aturan bank umum kelompok usaha (BUKU) I & II memang boleh memberikan suku bunga dana lebih tinggi.

    “Tapi sekarang ini Bank BUKU IV juga cukup agresif menawarkan suku bunga tinggi. Bank BUKU III sedikit terjepit posisinya,” ujarnya kepada Bisnis, Senin 17 September 2018.

    Menurutnya, hal ini berpengaruh terhadap penyaluran kredit karena suku bunga kredit belum bisa menyesuaikan sepenuhnya. Oleh sebab itu, sambungnya, perseroan memperkuat likuiditas ritel untuk mengimbangi likuiditas institusional yang mahal karena kompetisi.

    PT Bank OCBC NISP Tbk. juga mengkerek suku bunga deposito per 10 September 2018. Berdasarkan informasi tertulis yang diterima Bisnis, Senin 17 September 2018, kenaikan counter rate berkisar 25 basis poin (bps) dan 50 bps.

    Kenaikan suku bunga deposito paling tinggi adalah yang memiliki tenor 6 bulan dan 1 tahun. Keduanya memberikan imbal jasa kepada nasabah sebesar 5,25%. Simpanan dengan jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan menjadi 5%.

    Baca: Citibank Naikkan Bunga Deposito Jadi 6,9 Persen

    Presiden Direktur PT OCBC NISP Parwati Surjaudaja bahwa keputusan kenaikan bunga deposito tersebut dilakukan seiring dengan sinyal yang telah diberikan oleh regulator. Penyesuaian yang lebih besar pada deposito dengan tenor lebih panjang, lanjutnya, dilakukan sesuai dengan kebutuhan pendanaan perseroan ke depan.

    “Kenaikan bunga deposito seiring dengan signal dari regulator. Pertumbuhan DPK tidak serta merta tinggi karena naiknya bunga [deposito], karena kondisi likuiditas cenderung ketat. Adapun, tenor memang ada diversifikasi sesuai kebutuhan pendanaan,” katanya kepada Bisnis.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.