Ini Perkiraan Devisa yang Masuk dari Acara IMF-World Bank di Bali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IMF www.egypttoday.com

    IMF www.egypttoday.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali pada Oktober 2018 diperkirakan dapat menyumbang tambahan 20.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. 

    Simak: IMF Memuji Ekonomi RI yang Tahan Banting

    Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi menjelaskan, pertemuan IMF/World Bank bulan depan menjadi harapan bagi Indonesia untuk dapat mengatrol kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Mengingat setelah terjadi penurunan sekitar 100.000 kunjungan wisman akibat gempa Lombok bulan lalu.

    “Hingga Juli sudah terealisasi 9,06 juta kunjungan wisman dari target 17 juta kunjungan hingga akhir tahun ini. Jadi masih kurang 7,94 juta kunjungan. Kalau rerata kunjungan wisman mencapai 1,2 juta per bulan, maka mulai dari Agustus hingga Desember akan ada tambahan 6 juta wisman. Sisanya semoga bisa dari tambahan wisman yang berkunjung ke acara IMF/World Bank,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin 17 September 2018.

    Menurutnya, saat ini pelaku usaha sektor pariwisata tengah gencar menawarkan sejumlah paket wisata untuk memikat para peserta rapat IMF/World Bank. Terlebih, kedatangan mereka juga membawa serta keluarga sehingga diyakini dapat meningkatkan perolehan belanja wisman.

    “Dari IMF menyediakan kartu e-money yang isinya US$1.000.  Itu harus dibelanjakan di Indonesia. Saya kira total belanja per orang dari peserta rapat juga akan lebih dari US$1.000. Tentu ini akan berdampak pada perolehan devisa Indonesia,” ucapnya.

    Kendati demikian, dia tetap tak yakin target 17 juta kunjungan wisman tahun ini dapat tercapai dengan mudah. Menurut proyeksinya, hingga akhir tahun ini, realisasi kunjungan wisman hanya bisa menyentuh 16 juta orang.

    “Saya kira tidak apa-apa kalau hingga akhir tahun kurang 1 juta kunjungan wisman. Itu sudah bagus karena dampak event seperti IMF/World Bank dan Asian Games bukan dirasakan tahun ini saja tapi ke depan, mereka [para wisman] akan datang lagi berkunjung ke Tanah Air,” tutur Didien.

    Sementara itu, Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar meyakini acara rapat tahunan IMF/World Bank akan menambah kedatangan wisman sekitar 15.000 hingga 20.000 orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.