Kemenkeu Targetkan Tekan Impor Tahun Depan di Kisaran 7,1 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ada 1.147 barang yang akan dinaikkan pajaknya untuk mengendalikan impor di Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ada 1.147 barang yang akan dinaikkan pajaknya untuk mengendalikan impor di Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara menyebut risiko global masih akan memengaruhi neraca perdagangan pada tahun depan. 

    Walau demikian, pemerintah masih sangat cukup optimis dengan berbagai macam kebijakan yang telah ditempuh, neraca perdagangan yang selama tahun ini dominan defisit, bisa pulih.

    Simak: Kemenkeu Ungkap Audit BPKP terhadap Keuangan BPJS Kesehatan

    "Ekspor kita tumbuh cukup baik, tetapi impor pertumbuhannya memang lebih besar dibandingkan dengan ekspor," kata Suahasil di Badan Anggaran DPR, Selasa 18 September 2018.

    Sebagai konsekuensi dari kondisi tersebut, lanjut Suahasil, pemerintah memperoyeksikan bahwa pertumbuhan impor pada tahun ini kemungkinan akan berada di kisaran 11,5%.

    Namun demikian, dengan berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah terkait pengendalian impor, tahun depan pertumbuhan impor bisa ditekan di kisaran 7,1%.

    "Kalau dilihat meningkatnya impor, meski semester 1/2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17%, tetapi tekanan di neraca pembayaran mulai terasa," jelasnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit US$1,02 miliar.

    Defisit ini lebih rendah jika dibandingkan defisit US$2,03 miliar pada Juli 2018. 

    Nilai defisit ini disebabkan oleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$15,82 miliar atau lebih rendah dibandingkan nilai neraca impor sebesar sebesar US$16,84 miliar. 

    Simak berita tentang Kemenkeu hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.